Sorotan.id – Dua kabupaten di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota, menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Berdasarkan rapat koordinasi kemarin, Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota telah menetapkan status tanggap darurat karhutla. Sementara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hingga kini masih berada dalam status siaga,” kata Juru Bicara (Jubir) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) Ilham Wahab diwawancarai sorotan.id melalui sabunggan telepon, Selasa, (22/7).
Ia mengatakan di Kabupaten Lima Puluh Kota hampir seluruh kecamatan terdampak karhutla, hingga 22 Juli 2025 pemadaman masih berlangsung.
“Dari 13 kecamatan yang ada di Lima Puluh Kota,10 diantaranya terdampak kebakaran. Berdasarkan Informasi pagi tadi pemadaman masih berlangsung di Kecamatan Harau,” sebutnya.
Ilham melanjutkan, pemadaman di Kabupaten Lima Puluh Kota terkendala medan yang sulit diakses, pasokan air hingga kurangnya personel.
“Sementara untuk pasokan air, kita dari BPBD Provinsi telah mengirim satu unit mobil tangki ke Lima Puluh Kota, semoga bisa membantu kekurangan pasokan air di sana,” tuturnya.
Sementara itu, hingga kini semua kecamatan di Kabupaten Solok sudah terdampak karhutla.
“Dari 14 kecamatan di Kabupaten Solok, semuanya sudah terjadi kebakaran. Kemarin masih ada beberapa titik api, semntara untuk hari ini kita belum mendapatkan laporan,” tuturnya.
Terkait luas lahan dan hutan yang terdampak kebakaran, Ilham belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam pendataan. Sementara korban dalam kebakaran tersebut tidak ada.
“Untuk luas yang terdampak masih pendataan kita, sejauh ini laporan korban jiwa dalam kebakaran tersebut tidak ada. Lahan maupun hutan yang terbakar tidak sampai pemukiman warga,” tuturnya.











