Sorotan.id – Memasuki puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) menghimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Himbauan ini menyusul meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.
Juru Bicara (Jubir) BPBD Sumbar, Ilham Wahab mengatakan, cuaca panas dan angin kencang membuat api mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
“Kami menghimbau dan berharap kepada seluruh masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam membuka lahan ataupun membakar sampah yang dapat memicu kebakaran,” katanya diwawancarai sorotan.id melalui sambungan telepon, Selasa, (22/7).
Ia mengatakan, musim kemarau diprediksi masih panjang dan berlanjut hingga awal September.
“Kemarau diprediksi terjadi hingga awal September mendatang,” sebutannya.
Dua Kabupaten di Sumbar Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla
Diberitakan sebelumnya, Dua kabupaten di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota, menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Berdasarkan rapat koordinasi kemarin, Kabupaten Solok dan Kabupaten Limapuluh Kota telah menetapkan status tanggap darurat karhutla. Sementara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat hingga kini masih berada dalam status siaga,” kata Ilham.
Ia mengatakan di Kabupaten Lima Puluh Kota hampir seluruh kecamatan terdampak karhutla, hingga 22 Juli 2025 pemadaman masih berlangsung.
“Dari 13 kecamatan yang ada di Lima Puluh Kota,10 diantaranya terdampar kebakaran. Berdasarkan Informasi pagi tadi pemadaman masih berlangsung di Kecamatan Harau,” sebutnya.
Ilham melanjutkan, pemadaman di Kabupaten Lima Puluh Kota terkendala medan yang sulit diakses, pasokan air hingga kurangnya personel.
“Sementara untuk pasokan air, kita dari BPBD Provinsi telah mengirim satu unit mobil tangki ke Lima Puluh Kota, semoga bisa membantu kekurangan pasokan air di sana,” tuturnya.
Sementara itu, hingga kini semua kecamatan di Kabupaten Solok sudah terdampak karhutla.
“Dari 14 kecamatan di Kabupaten Solok, semuanya sudah terjadi kebakaran. Kemarin masih ada beberapa titik api, semntara untuk hari ini kita belum mendapatkan laporan,” tuturnya.











