Fenomena VUCA, Perubahan Dunia Yang Tak Terduga
Direktur Advokasi BNN RI, Brigjen Pol Drs. Jafriedi menuturkan saat ini kita tengah berada di era VUCA (Volantility, Uncertainty, Cemplexity dan Ambiguity). Dimana dunia mengalami perubahan yang sangat cepat, tidak terduga dan dipengaruhi banyak factor.
Secara global, dunia sedang mengalami transformasi digital, perubahan iklim dan pergeseran bilai serta persaingan ekonomi yang dinamis. Untuk mengimbangi hal ini, masyarakat tidak harus perpatokan pada kebijakan Pemerintah dalam negeri. Tetapi juga kebijakan di luar negeri juga.
“Masyarakat dunia kini bergerak menuju ekonomi kreatif, pariwisata berbasis alam dan budaya serta ekonomi digital. Ini tantangan sekaligus peluang bagi Limapuluh Kota. Karena daerah kita ini punya ketiga aspek ini,” ucap Jafriedi.

Seperti halnya kebijakan Amerika First yang baru saja dilakukan oleh Presiden Donald Trump. Mau tak mau cara pandang masyarakat Limapuluh Kota, khususnya eksportir harus melek terhadap Geo-Politik dan Geo-Ekonomi.
“Kebijakan Donald Trump ini langsung berimplikasi terhadap Perdagangan Dunia, termasuk Indonesia. Banyak dampaknya bagi masyarakat lokal. Apalagi di Limapuluh Kota banyak eksportir hasil bumi. Goncangan harga akan terasa dari atas hingga bawah,” katanya.
Selain itu, persaingan dagang internasional yang tengah panas bisa membuat Depresiasi Rupiah. Ini akan berdampak pada ekonomi moneter yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Jika tidak dilakukan antisipasi dari Tingkat daerah, efek perdagangan dunia yang tengah panas ini akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Karena itulah perlu Transformasi untuk menghasilkan inovasi yang bisa mengeluarkan Limapuluh Kota dari dampak negative ini,” katanya lagi.
Dengan itu, Jafriedi menekankan agar pemerintah dan masyarakat membangun kolaborasi disegala sektor. Agar target dan sasaran yang diharapkan bisa terwujud secara seksama. Selain itu sinergi antara budaya dan ekonomi perlu dilakukan. Pasalnya, ekonomi kreatif berbasis budaya sangat diminati saat ini.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah yang diwakili oleh Kepala BKD Pemprov Sumbar, Ahmad Zakri menyambut baik semangat transformasi yang dibangun di Lilmapuluh Kota ini. Apalagi dengan kondisi pembiayaan pembangunan Daerah yang dalam kondisi tidak baik.
Dimana Ruang fiskal yang tersedia sudah dibatasi. Regulasi keuangan dan kondisi transfer ke Daerah tidak lagi seleluasa tahun tahun sebelumnya.
“Kami sangat menyambut baik semangat transformasi ini. Memang Pemerintah Daerah sudah harus memikirkan langkah strategis untuk menggali potensi-potensi guna peningkatan PAD. Sudah waktunya Pemerintah Daerah melirik konsep Reinventing Government. Pemerintahan yang berwawasan pendapatan, disamping sebagai penyelenggara pelayanan publik dan penyelenggara Pembangunan,” kata Ahmad Zakri.










