Tantangan dan Pembangunan
Semangat Transformasi dalam HUT ke 184 tahun Kabupaten Limapuluh Kota ini juga diutarakan oleh ketua DPRD Limapuluh Kota, Doni Ikhlas. Ia menjabarkan tantangan dan pondasi pembangunan daerah. Agar tatanan untuk melangkah bisa terkoordinir dan menjadi ruang kemajuan untuk daerah.
Saat libur Lebaran Idul Fitri 1446 H, Limapuluh Kota banyak diuntungkan dari sektor wisata. Kunjungan wisatawan meningkat tajam. Ekonomi bergerak secara positif untuk masyarakat, pelaku UMKM, Jasa Kuliner, Transportasi dan penginapan. Khususnya di kawasan wisata seperti Harau, Kelok Sembilan, Kawasan wisata alam dan budaya yang tersebar di seluruh nagari-nagari.
“Namun berharap pada wisatawan tentu tidak cukup untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan. Peran perantau yang pulang ke kampung halaman saat moment lebaran 1446 H perlu untuk ditingkatkan,” ucap Ketua DPRD Limapuluh Kota, Doni Ikhlas.

Doni juga mengatakan perlu peran aktif untuk pendekatan kepada perantau. Agar beban dan tanggung jawab pembangunan daerah tidak bergantung kepada Pemerintah semata. Perantau Kabupaten Limapuluh Kota banyak yang sukses.

“Perantau bisa menjadi membantu Pemda untuk menggaet investor guna membuka usaha dan lapangan pekerjaan. Bisa juga mempromosikan kuliner, wisata dan sumber daya alam. Kemudian mengaktifkan kembali perantau baik secara pribadi maupun organisasi untuk membangun kampung halaman,” kata Doni lagi.

Karena itulah Doni mendorong Pemerintah dan DPRD Kabupaten Limapuluh Kota untuk membangun wadah komunikasi dan sinergi yang lebih aktif dengan organisasi perantau.










