Sorotan.id – Kuda pejantan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi dengan nama Fort De Kock mati di usia 19 tahun. Kuda ini merupakan pejantan legendaris yang telah melahirkan banyak keturunan kuda pacu terbaik.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bukittinggi, Hendry mengatakan, kuda tersebut mati pada Kamis, (10/7) sekitar pukul 11.30 WIB di usia 19 tahun.
‘Fort De Kock dibeli pada 2008 silam dengan harga saat itu Rp 800 juta, waktu dibeli dia baru berumur dua tahun,” ujarnya dihubungi sorotan.id, Jumat, (11/7).
Ia mengatakan, sejauh ini Fort De Kock selalu rutin menjalani pemeriksaan kesehatan, namun belakangan ini mengalami penurunan kekuatan fisik.
Ia melanjutkan, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian Fort De Kock.
“Kami belum bisa memberikan keterangan penyebab kematiannya, masih dalam pemeriksaan oleh tim forensik dan labor hewan,” tuturnya.
Ia mengatakan, kuda ini telah banyak menghasilkan keturunan yang berhasil menjadi juara balap kuda pacu di tingkat Sumatera Barat dan ikut berpartisipasi di kancah nasional.
“Fort De Kock telah menghasilkan banyak keturunan yang berprestasi,” imbuhnya.











