Sorotan.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat 10 dari 13 kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak Mei-Juni 2025.
Juru Bicara BPBD Sumbar Ilham Wahab mengatakan, 10 kecamatan itu adalah Kecamatan Suliki, Guguak, Akabiluru, Bukik Barisan, Mungka, Pangkalan Koto Baru, Harau, Luak, dan Lareh Sago Halaban, dan Situjuah Limo Nagari. Kebakaran tersebut tercatat sejak Mei-Juli 2025.
“Kebakaran itu terjadi dari Mei hingga Juli 2025, tetapi puncaknya Juni dan Juli,” katanya diwawancarai sorotan.id, Kamis, (23/7).
Dari 10 kecamatan tersebut, luas lahan dan hutan yang terdampak mencapai 864 hektare, dan pada Rabu, (23/7) tim gabungan masih berjibaku memadamkan api di Kecamatan Harau.
“Luas kebakaran hingga kini kurang lebih 864 hektare, pada Rabu malam api masih hidup di Kecamatan Harau,” ujarnya.
Ia mengatakan, usai rapat koordinasi, Kabupaten Lima Puluh Kota telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam karhutla selama 14 Hari, terhitung 17 sampai dengan 30 Juli 2025.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu terjadinya kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara membakar, membakar sampah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Kemarau masih panjang, diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2025, bahkan mungkin sampai awal september 2025,” ujarnya.
Terkait apakah penyebab kebakaran disebabkan karena masyarakat membuka lahan dengan membakar atau kemarau panjang, Ilham belum bisa memberikan keterangan tersebut.
“Kita belum bisa memastikan hal itu, apakah ada unsur kesengajaan atau bagaimana, itu perlu pembuktian lebih lanjut. Namun di Lima Puluh Kota ini belum terjadi hujan dalam waktu cukup panjang,” sebutnya.











