Sorotan.id – Rajawali Poultry dan Pet Store menggelar seminar bertajuk Kupas Tuntas Mini Closed House, yang diikuti oleh para mitra dari Provinsi Riau dan Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman para peternak terkait sistem mini closed house yang dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan dalam budidaya ayam petelur.
Seminar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama dengan narasumber di Whiz Prime Hotel Padang pada Selasa, (22/7) malam.
Adapun narasumber dari seminar itu yakni, Khairul Ihsan selaku Direksi dan Pimpinan Rajawali Group, kemudian Didi Rosyidi dari PT. Ansel Jaya Indonesia.
Direktur Utama Rajawali, Yasril Islami mengatakan, kegiatan seminar mini closed house adalah sebuah forum diskusi untuk mencari solusi bersama dalam dunia usaha, khususnya pada peternakan.
“Kita lebih banyak berdiskusi di acara ini, bukan sekadar seremonial. Salah satunya kita kupas tuntas soal mini closed house,” ujarnya pada saat memberikan sambutan.
Ia mencontohkan, di Provinsi Riau saat ini banyak peternak yang tertarik berinvestasi. Sementara itu, dari Kota Payakumbuh, Yasril mendapatkan informasi harga telur ayam mencapai Rp1.580 per butir.
Ia melanjutkan, dalam dunia bisnis tidak ada yang merasa lebih hebat, terpenting adalah berbagi informasi dan mencari jalan keluar agar usaha tidak merugi.
“Kita cari solusi bersama. Misalnya, bagaimana agar tidak ada kebocoran kandang. Salah satu jawabannya adalah mini closed house,” tuturnya.
Rajawali Poultry dan Pet Store berkomitmen akan mengajak mitra untuk tumbuh bersama, seperti di Riau dan Dharmasraya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadirannya, dan mohon maaf apabila selama kegiatan berlangsung terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” sebutnya.
Bagaimana Respon Peserta?
Salah satu peserta seminar asal Kabupaten Dharmasraya, Darminati (62), mengaku tertarik menerapkan konsep mini closed house setelah mendengarkan pemaparan dari narasumber.
“Saya tertarik sekali. Ini menambah motivasi saya untuk maju sebagai peternak ayam petelur. Tapi permasalahannya sekarang adalah modal, karena konsep ini membutuhkan biaya besar,” ujarnya diwawancarai sorotan.id, Selasa, (22/7).
Ia melanjutkan, dirinya sudah beternak ayam petelur sejak 2022.
“Sekarang saya memiliki sekitar 16.000 ayam petelur,” katanya.
Diketahui, besok, 23 Juli 2025 Rajawali Poultry dan Pet Store akan mengajak para mitra untuk melihat langsung mini closed house yang berada di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.











