Sorotan.id – Seorang emak-emak bernama Junita (46), warga desa Manggung, Kecamatan Pariaman Utara mengaku telah menjadi korban hipnotis atau gendam di sekitar Pasar Rakyat Pariaman, Kota Pariaman, pada Selasa (27/5/2025) sekitar pukul 12.00 WIB. Atas kejadian ini, Junita kehilangan dua cincin emas yang diperkirakan seharga Rp 34 juta.
Junita pun melaporkan apa yang menimpa dirinya ke Polsek Kota Pariaman pada Rabu (28/5/2025).
Dalam laporan tersebut, diceritakan Junita mendatangi Pasar Rakyat Pariaman untuk menjual emas miliknya ke salah satu toko emas disana. Setelah urusannya selesai dan hendak pulang, ia dihampiri oleh sebuah minibus dan salah seorang perempuan yang duduk dibangku depan samping sopir langsung mengajaknya berbicara.
Junita awalnya bingung karena tidak mengenal perempuan tersebut. Namun, perempuan itu Sok Kenal Sok Dekat (SKSD), sembari meyakinkan diri bahwa mereka adalah kerabat.
Masih dalam kondisi bingung, Junita diajak oleh perempuan tersebut untuk ikut pengajian kerabat yang baru saja pulang Umrah.
“Korban memang heran dengan perempuan tersebut, namun merasa tidak bisa berkata apa-apa dan menurut saja saat disuruh masuk ke dalam mobil untuk ikut pengajian kerabat,” kata Perwira Unit Opsnal I Reskrim Polsek Kota Pariaman, Iptu Hendra, Kamis (29/5/2025).
Didalam mobil, Junita duduk dibangku tengah minibus dan melihat seorang pria yang berperan sebagai sopir. Disaat itulah, perempuan tersebut meminta agar dua cincin emas milik Junita dilepas dengan alasan tidak baik menggunakan emas saat pengajian.
“Perempuan itu membantu melepaskan dua cincin emas korban dan memasukkannya ke dalam tas korban,” kata Hendra lagi.
Sesampai di Kelurahan Lohong, tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU), Junita diturunkan oleh perempuan itu dari mobil.
“Korban diturunkan dan disuruh untuk menunggu di depan TPU dengan alasan akan menjemput kerabat lainnya,” lanjut Hendra.
Setelah turun dari mobil, Junita tersadar dan memeriksa tasnya. Tetapi dua cincin emas tersebut tidak ada di dalam tas.
“Atas laporan ini, tim reskrim Polsek Kota Pariaman sudah bergerak untuk melakukan penyelidikan untuk memburu kedua pelaku,” kata Hendra. (*)









