Sorotan.id – Pembangunan jalan dan jembatan Lanai – Bt. Kundur yang terletak di Nagari Cubadak Barat Kecamatan Duo Koto bakal dibangun dalam tahun ini.
Jembatan yang sempat viral pada bulan Agustus 2025 lalu akibat bidan Dona yang menyeberangi sungai dengan cara berenang, juga mendapatkan perhatian khusus dari anggota DPR RI, Andre Rosiade.
Bahkan, Andre Rosiade juga telah menyiapkan sejumlah anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut. Namun, status jalan menuju lokasi jembatan terhalang akibat status lahan yang masuk dalam kawasan hutan lindung.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pasaman, Choiruddin Batubara, status lahan salah satu penyebab sedikit terhalang pembangunan jembatan tersebut.
Ia menyebutkan, Pemkab Pasaman telah melakukan koordinasi terkait kawasan tersebut ke Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) untuk mengecek status lahan pada lokasi tersebut.
“Berdasarkan data, ada sekitar 12 KM panjangnya kawasan hutan lindung. Jembatan tersebut ada di KM 3. Jadi, kita telah meminta pembebasan lahan sekitar 5 KM,” terangnya, Jum’at (23/1).
Selain itu, dinas PUPR juga telah meminta penapisan oleh Dinas PRKPPLH untuk memastikan kebutuhan dokumen lingkungan untuk pembangunan jalan dan jembatan tersebut.
“Kebutuhannya adalah AMDAL kategori C dan dan setelah kita koordinasikan lagi dengan berbagai pihak, penyusunan AMDAL Type C ini selesai paling cepat enam bulan,” katanya.
Maka dari itu, Pemkab Pasaman juga telah menyiapkan anggaran dan mulai melakukan penyusunan dokumen di awal tahun 2026 ini.
Selain itu, Pemkab Pasaman juga telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Dinas Kehutanan serta secara resmi menyurati BPJN Sumbar untuk menginfokan perkembangan dan tindak lanjut yang sedang berproses dan juga ditembuskan ke Gubernur Sumbar.
“Saat ini kita telah proses pembahasan denga tim ahli dari Universitas Andalas (Unand). Mudah-mudahan selesai dalam enam bulan ini dan bisa dikerjakan pada bulan Agustus 2026 mendatang,” harapnya.











