Sorotan.id – Jajaran BPBD Kabupaten Agam terus memantau perkembangan banjir bandang susulan yang berlangsung di aliran sungai Muaro Pisang, Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Jumat pagi (2/1/2026). Sekitar 469 jiwa atau 167 Kepala Keluarga telah melakukan pengungsian ke sejumlah rumah ibadah dan rumah sanak saudaranya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Gafur mengatakan, pihaknya terus memonitor langsung banjir bandang dari aliran sungai Muaro Pisang di Jorong Pasa, Nagari Maninjau. Kejadian berlangsung sejak Rabu, 31 Desember 2025 sekitar pukul 21.00 WIB akibat tanah longsor di tepi bukit sekitar kelok 25, Jorong Kuok Kuok Tigo Koto Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur.
“Material longsor berupa lumpur, kayu dan bebatuan menutupi akses jalan sepanjang 30 meter dengan ketinggian satu meter. Akses jalan putus dan semua kendaraan tidak bisa melewatinya, hingga saat ini” terangnya.
Selain itu lanjutnya, bencana alam ini juga merusak 4 unit rumah warga, 3 unit kedai dan 2 unit villa mengalami kondisi rusak berat atau hancur. Ratusan rumah warga lainnya termasuk fasilitas umum sekolah dan perkantoran masuk material lumpur.
Bencana ini juga sempat mengurung satu unit alat berat jenis Exsavator, membuat aliran baru ke depan BRI lama menuju Rumah Tahanan atau Rutan Kelas IIB Maninjau.
“Berdasarkan kondisi pantauan udara dari kelok 9 menuju kelok 25 tidak terdapat material longsor yang menutupi aliran sungai Batang Pisang, dan debit air sungai tidak besar tetapi air cukup deras menuju Rutan Maninjau. saat ini, satu unit Beko Loader PUTR Agam stanbay untuk pembersihan material yang menutupi akses jalan.” tuturnya.
“Sedangkan semua kendaraan yang hendak melintasi akses jalan Lubuk Basung Bukittinggi di depan BRI lama Jorong Pasa Nagari Maninjau, tidak bisa melintas kendaraan karena tertutup material banjir bandang. Sejak dini hari sekitar pukul 02.45 WIB dengan panjang tumpukan material sekitar 70 meter dan ketebalan lebih dari 1 meter. Saat ini cuaca terpantau hujan ringan dan arus sungai cukup deras.” tenang Kabid KL Abdul Gafur.











