Sorotan.id – Seorang wanita berinisial IH (22), warga Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang didatangi oleh pihak kepolisian Kota Padang pada Rabu (4/6/2025) malam. Kedatangan polisi ini tidak lain untuk mencegah niat IH untuk bunuh diri.
IH disambangi oleh Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino dan beberapa aparat kepolisian lainnya, termasuk Dantim II Klewang, Satreskrim Polresta Padang, Aipda David “Wewe” Rico.
Niat bunuh diri ini diketahui setelah Kasubdit IV Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melihat unggahan IH di media sosial tentang niatnya untuk bunuh diri.
Kemudian unggahan ini meneruskannya ke Ditreskrimsus Polda Sumbar. Setelah itu, Polda Sumbar memerintahkan Polsek Koto Tangah untuk menindaklanjuti temuan ini.
IH langsung dihampiri dikediamannya di jalan Talao Sapek, Kelurahan Pasien Nan Tigo, Koto Tangah, Kota Padang. Saat dihampiri, IH mengakui mengunggah postingan niat bunuh diri tersebut karena kerinduannya kepada sang ayah yang telah meninggal dunia dan depresi di tempat kerja.
“Pada Rabu malam, 4 Juni 2025 sekitar pukul 23.15 WIB, tim kami melakukan pengecekan di rumah IH dan menemui yang bersangkutan,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya, Kamis (5/6).
Dari hasil pemeriksaan, IH diketahui mengunggah pesan yang mengindikasikan niat untuk mengakhiri hidupnya melalui akun Instagram @lararenja pada pukul 02.00 WIB, Rabu dini hari.
Unggahan tersebut dipicu oleh kerinduan mendalam terhadap sang ayah yang telah wafat, serta tekanan berat dari pekerjaannya sebagai karyawan swasta.
“Yang bersangkutan merasa lelah secara mental dan kecewa karena kemampuannya, seperti memasak, bermain musik, dan berbahasa Inggris, tidak dihargai secara layak.”
“Dalam bekerja, dia hanya menerima gaji Rp2 juta per bulan,” jelas Susmelawati.
Polisi juga mengungkap bahwa IH memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan telah menjalani pengobatan rawat jalan selama tiga tahun di RS Yos Sudarso Padang.
Kapolsek Koto Tangah Kompol Afrino memberikan pendampingan langsung berupa motivasi dan dukungan spiritual kepada IH agar kembali semangat menjalani hidup.
“IH diberi alat zikir dan diimbau untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, serta tidak lagi membuat unggahan serupa yang bisa menimbulkan keresahan publik,” ujarnya.
Setelah pendampingan, IH berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya dan berusaha menjalani hidup dengan lebih bersyukur. (*)









