Sorotan.id – Di bulan April 2025, Sumatera Barat mengalami inflasi sebesar 1,17 persen month to month (mtm). Mayoritas faktor inflasi ini disumbangkan oleh normalisasi listrik dan kenaikan harga emas.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram.
Diskon listrik yang dilakukan pada Januari dan Februari 2025 silam berpengaruh besar dalam laju inflasi Sumatera Barat. Kemudian didorong juga oleh peningkatan kenaikan harga komoditas on makanan seperti emas, perhiasan, angkutan udara dan mobil.
“Selain normalisasi tarif listrik cukup mempengaruhi laju inflasi di Sumatera Barat. Ditambah dengan peningkatan harga komoditas non makanan seperti emas perhiasan, angkutan udara dan mobil,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (6/5).
Majid juga mengatakan kelompok air, listrik dan bahan bakar rumah tangga tercatat inflasi 3,72 persen (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,65 persen (mtm). Sementara kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi 1,95 persen dengan andil 0,66 persen (mtm).
“Inflasi kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dipengaruhi oleh normalisasi tarif listrik pada pelanggan rumahtangga prabayar, tarif listrik tercatat mengalami peningkatan Harga sebesar 21,72 persen (mtm),” kata Majid.
Laju inflasi yang lebih tinggi, lanjut Majid, tertahan oleh deflasi pada sejumlah komoditas pada kelompok makanan, minuman dan tembakau seperti daging ayam ras, beras, cabai rawit dan cabai hijau. Hal itu sejalan dengan peningkatan pasokan pada periode panen di daerah sentra.
Secara rincinya, spasial seluruh kabupaten dan kota penghitung inflasi di Sumatera Barat mengalami inflasi. Kota Padang mengalami inflasi 1,82 persen (mtm), Kabupaten Dharmasraya inflasi 1,49 persen (mtm), Pasaman Barat inflasi 1,68 persen (mtm) dan Kota Bukittinggi mengalami inflasi 1,96 persen (mtm).
“Realisasi itu dipicu oleh normalisasi tarif listri prabayar serta harga emas yang tetap tinggi,” tegasnya.
Majid menambahkan, secara umum perkembangan harga tahunan Provinsi Sumatera Barat pada April 2025 mengalami inflasi 2,38 persen year on year (yoy). Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berkomitmen dalam menjaga stabilisasi laju inflasi agar tetap terkendali.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan TPID antara lain, menjaga pasokan komoditas pangan lokal untuk memenuhi permintaan pasar, pendistribusian pangan strategis oleh TTIC dan Bulog seperti beras SPHP dan bahan pangan komersil tertentu, menggelar pasar murah untuk menstabilkan harga di seluruh kabupaten/kota dan lainnya.(rel)









