Sorotan.id – Aktivitas kegempaan di pulau Sumatera, bisa di bilang cukup tinggi. Historis gempa yang mengguncang pulau Swarnadwipa ini tak terhitung lagi. Yang paling tenar adalah gempa Aceh dengan kekuatan 9,1 SR di tahun 2006 yang menimbulkan bencana Tsunami dan memakan ratusan ribu korban jiwa. Ada juga gempa di Sumatera Barat tahun 2009 dengan kekuatan 7,6 SR yang memakan korban jiwa sebanyak 6.234 jiwa.
Gempa-gempa yang berkekuatan besar maupun sedang dan kecil, semuanya berasal dari 3 sistem patahan.
Pertama, zona megathrust atau Segmen Mentawai – Siberut. Yang terletak di sepanjang batas barat pulau Sumatera, tepatnya di kepulauan Mentawai. Zona Megathrust Mentawai-Siberut merupakan hasil aktivitas subduksi atau pergerakan Lempeng Indo-Australia ke arah utara dan menyusup di bawah Lempeng Eurasia.
Zona Megatrhust inilah yang diprediksi menyimpan kekuatan gempa 8,9 SR yang sewaktu-waktu bisa meledak. Dalam pantauan para ahli, pusat kegempaan megatrusht ini berada di sekitar 250 km dari tepi Pantai barat Sumatera. Pusatnya di laut dan berpotensi menimbulkan Tsunami.
Kedua, patahan Mentawai yang biasanya memicu gempa laut di sepanjang sisi barat pulau Sumatera. Gempa yang dihasilkan oleh patahan Mentawai ini tidak sebesar zona Megatrust. Namun tetap berpotensi gempa besar dan bencana Tsunami.
Zona patahan Mentawai ini sesar mendatar yang berada di lepas pantai barat Sumatera. Sesar ini juga dikenal sebagai Sesar Mentawai atau Mentawai Fault System (MFS).
Lokasinya di di sebelah timur Kepulauan Mentawai. Berjarak sekitar 150 kilometer dari pantai barat Pulau Sumatera dan Memanjang dari selatan hingga ke utara menerus hingga ke sekitar utara Nias.
Kemudian yang ketiga adalah patahan Sumatera. Sebagian besar patahan inilah yang menimbulkan gempa darat. Terakhir, gempa dengan kekuatan 6,1 SR yang meluluhlantakkan kabupaten Pasaman Barat dan sekitarnya di tahun 2022.
Patahan Sumatera ini lebih dikenal dengan sesar semangko. Membentang dari Aceh hingga Lampung. Hasil tumbukan antara lempeng Eurasi dan lempeng Indo-Australia.
Terbagi dari beberapa segmen yakni Angkola, Barumun, Sumpur, Sianok, Sumani, Suliti dan Siulak.
Bentangan patahan Semangko yang mencapai 1.900 km, mayoritas berada di Sumatera Barat. Beberapa daerah yang dilewati Patahan Sumatera adalah
Kabupaten Pasaman, Solok Selatan, Solok, Kota Bukittinggi, Agam dan Sebagian Kota Padang Panjang. Inilah penyebab kenapa Sumatera Barat kerap dilanda gempa darat, walaupun dengan kekuatan yang kecil. (*)









