Sorotan.id – Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah “Journal of the American Heart Association” menemukan bahwa berjalan kaki secara teratur dapat mengurangi resiko kematian.
Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Harvard dan melibatkan lebih dari 120.000 orang dewasa yang berusia antara 40-75 tahun. Para peserta studi ini diminta untuk melaporkan aktivitas fisik mereka, termasuk berjalan kaki, selama periode 12 tahun.
Hasil studi menunjukkan bahwa orang-orang yang berjalan kaki secara teratur memiliki resiko kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang tidak berjalan kaki. Secara khusus, studi ini menemukan bahwa:
– Orang-orang yang berjalan kaki selama 30 menit atau lebih per hari memiliki resiko kematian yang 20% lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang tidak berjalan kaki.
– Orang-orang yang berjalan kaki selama 60 menit atau lebih per hari memiliki resiko kematian yang 30% lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang tidak berjalan kaki.
Menurut peneliti utama studi ini, Dr. I-Min Lee, “Hasil studi ini menunjukkan bahwa berjalan kaki secara teratur dapat memiliki manfaat besar bagi kesehatan dan dapat mengurangi resiko kematian.”
Studi ini juga menemukan bahwa manfaat berjalan kaki tidak hanya terbatas pada orang-orang yang berusia lanjut, tetapi juga dapat dinikmati oleh orang-orang dari semua usia.
Dengan demikian, studi ini menekankan pentingnya berjalan kaki secara teratur sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan aktif.
Idealnya, Minimal 4.000 Langkah Untuk Jalan Kaki
berjalan minimal 4.000 langkah sehari secara signifikan dalam sehari akan mengurangi risiko kematian, terutama yang disebabkan penyakit kardiovaskular.
“Semakin banyak langkah yang Anda jalani, semakin baik efeknya pada kesehatan Anda, dan setiap peningkatan langkah sebanyak 500-1000 langkah per hari dapat dikaitkan dengan penurunan angka kematian yang signifikan,” terang jurnal tersebut. (*)









