Sorotan – Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota peringati hari jadi yang ke-183 dengan menggelar sidang paripurna istimewa di ruang sidang DPRD kabupaten limapuluh kota, Sabtu (13/4/2024). Sidang dibuka langsung Ketua DPRD Lima Puluh Kota Deni Asra didampingi Wakil Ketua, Wendi Candra dan Syamsul Mikar.
Sidang paripurna tersebut juga dihadiri Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo, Wakil Bupati, Rizki Kurniawan Nakasri, anggota DPRD Lima Puluh Kota, Forkopimda serta undangan VIP lainnya. Peringatan Hari Jadi Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun ini juga bertepatan dengan suasana Hari Raya Idul Fitri 1445 H.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dalam pidatonya mengucapkan terima kepada Gubernur Sumatera Barat beserta seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir dalam sidang paripurna istimewa ini. Ulang tahun kali ini mengangkat tema “Bersatu Dalam Keberagaman Perkuat Persaudaraan Wujudkan Lima Puluh Kota Maju”.

Safarudin menyebut, peringatan hari jadi Kabupaten Limapuluh Kota tahun ini telah memasuki angka 183 tahun, namun kita masih dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam upaya peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, serta meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap perbaikan ekonomi, sosial, dan pelayanan publik. “Semua tantangan tersebut mesti kita jawab dengan formulasi dan pelaksanaan kebijakan-kebijakan yang mengutamakan kepentingan masyarakat.” Ucapnya.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota, DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dan bekerja sama dalam menjalankan roda pemerintahan demi mewujudkan visi pembangunan daerah.” Tambah Safaruddin.
Safaruddin mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Limapuluh Kota, meningkat dari 70,82% pada tahun 2020 menjadi 72,05% pada tahun 2023. Pertumbuhan ekonomi yang sempat terpuruk karena covid 19 terus menunjukkan tren yang positif dari semula 1,16% di tahun 2020 telah meningkat menjadi 4,6% pada tahun 2023, dan gini ratio menunjukkan angka 0,194 di tahun 2023.

Selain itu, peningkatkan kualitas pelayanan publik juga tercermin dari hasil penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan Ombudsman RI. Setelah sebelumnya mengalami kenaikan signifikan di tahun 2022 dari nilai 46,93 di tahun 2021 menjadi 80,87 pada tahun 2022. Sedangkan pada tahun 2023 pelayanan publik Pemkab Limapuluh Kota kembali meningkat sehingga mendapatkan nilai berprediket tinggi dengan nilai 85,59.
Safaruddin juga menyebut, pemerintah daerah akan merevitalisasi pasar yang ada di kawasan IKK sehingga lebih fungsional tertata dengan baik dan diikuti dengan perencanaan pembangunan pasar induk sebagai pusat perdagangan. “Upaya ini sejalan dengan kegiatan yang telah kita lakukan beberapa tahun ini seperti pembangunan ruang terbuka hijau di kawasan IKK.” Kata Safaruddin.

Safaruudin juga menyampaikan, saat ini sudah ada 89 rumah tahfiz di Limapuluh Kota, dan pemerintah daerah akan membuat program tahfiz juz 30 bagi siswa sekolah dasar agar siswa yang sudah tamat Sekolah dasar sudah hapal juz 30. “Kesemuanya ini merupakan bagian dari upaya kita dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan berlandaskan keimanan serta penerapan nilai – nilai “adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah.” Pungkas Safaruddin.
Sementara itu Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansarullah mengajak Kabupaten Lima Puluh Kota benar-benar memanfaatkan semaksimal mungkin potensi-potensi daerah secara kreatif, sehingga mampu menciptakan peluang-peluang baru yang pada akhirnya akan memicu pertumbuhan ekonomi daerah. “Libatkan generasi muda, karena sekarang ini adalah eranya generasi muda. Rancang dan rencanakan secara baik setiap langkah dan upaya memajukan daerah dengan melibatkan mereka,”katanya.
Mahyeldi menambahkan, pembangunan harus kolaboratif, menggandeng banyak pihak. “Kita menyadari keterbatasan anggaran pembangunan, dengan anggaran yang terbatas ini jangan paksakan mendayung sendiri, tetapi pemerintah daerah harus memperkuat fungsi koordinator mengoptimalkan bantuan Stakeholders di luar pemerintah dengan kerjasama daerah tersebut.” Ucapnya.
Selain itu, tambah Mahyeldi, Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki banyak keuntungan geografis. Berbatasan dengan Provinsi Riau, memiliki potensi wisata yang luar biasa, areal yang luas untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan dan perikanan, serta potensi masyarakat yang kaya dengan budaya kuliner ataupun budaya adat istiadat yang sangat diminati oleh dunia luar.

Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Deni Asra mengatakan, rapat ini merupakan rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Limapuluh Kota yang ke empat dalam masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati yang sekarang. Meski pelaksanaan memeriahkan ulang tahun kabupaten lima puluh kota pada tahun ini dan tahun sebelumnya tidak ada pekan budaya anak nagari, karena berbagai alasan seperti pandemi covid 19 serta bertepatan dalam suasana bulan suci ramadhan, namun kita berharap hendaknya kegiatan ini dapat dijadikan momentum untuk menetapkan komitmen dalam berkarya guna memajukan kabupaten lima puluh kota agar bisa bersanding dengan Kabupaten/Kota lain
Deni berharap rasa cinta dan rasa memiliki terhadap Kabupaten Limapuluh Kota hendaknya terpatri dalam dada, tercermin dalam sikap dan mewujud dalam laku setiap diri pribadi masyarakat Limapuluh Kota. “Tema kita tahun ini hendaknya menginspirasi semua pihak untuk bersama sama mengukir dan memaknai sejarah kehidupan dan kebangkitan Kabupaten Limapuluh Kota dalam rangka meraih kemajuan, kemandirian dan kemartabatan masyarakatnya.” Ujarnya.

Deni menambahkan, komunikasi yang terbuka dan konstruktif adalah salah satu cara menjaga persatuan dalam keberagaman. “Mari kita berbicara satu sama lain dengan penuh pengertian dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh, meskipun kita memiliki pandangan yang berbeda.” Ucap Deni.
“Kata-kata bersatu dalam keberagaman, kuat dalam persaudaraan memiliki kekuatan untuk membangun jalinan hubungan yang erat dan penuh makna, kata-kata tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sumber kebijaksanaan yang dapat menguatkan tali persaudaraan di antara sesama.” Pungkas Deni. (ADV)











