Sorotan.id – Kekayaan sejarah dan nilai budaya melekat kuat sebagai potensi besar di Selingkar Danau Maninjau, tepatnya Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Kenapa tidak, kunjungan wisatawan mancanegara terus berdatangan dan menikmati alam, budaya hingga nilai-nilai sejarah penuh perjuangan dan kecerdasan intelektual cendikiawan masalalunya.
Prof. Dr. Pramono, S.S M.Si, Ahli Filolog sekaligus dosen dan akademisi FIB Unand mengatakan, potensi besar dari surga dunia yang sesungguhnya itu adalah Nagari Salingka Danau Maninjau. Selain kaya terhadap nilai-nilai sejarah, budaya atau kearifan lokal yang unik, juga memiliki alam yang sangat Indah.
Hal inilah yang membuat banyaknya lahir tokoh-tokoh besar cendikia berintelektual tinggi seperti Buya Hamka, Haka, Syekh Muhamamd Amrullah, Syekh Abdullah Saleh, Ahmad Rasid Sutan Mansur, Nur Sutan Iskandar, Isa Ansyari, Rangkayo Rasuna Said. Alam geografisnya menyediakan sumber makanan penuh nutrisi dan gizi yang sangat tinggi.
“Kehadiran 20 orang peneliti dari berbagai negara seperti Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Amerika, Australia dan Malaysia merupakan program kerjasama kita dengan Universitas Andalas, Komunitas Surau dan KPGH. Ketertarikan mereka akan ulama-ulama besar yang memberi dampak besar terhadap nilai-nilai religius dan intelektual masyarakat Minangkabau saat ini.,” ujarnya.
Program kerjasama dengan turis mancanegara ke Kampung kelahiran Buya Hamka ini kedua kalinya, setelah Mahasiswa Jepang pada tahun 2024 lalu. Dan hal ini memberi dampak positif terhadap promosi wisata budaya dan sejarah di Kampung Kelahiran Buya Hamka ini.
“Kami sangat mengucapkan terimakasih kepada Bapak Pramono dan Tim Komunitas Surau yang selalu mendukung, mendorong dan memperhatikan kami di Kampung Kelahiran Buya Hamka ini. Dedikasi Bapak manyemangati kami di sini,” ungkap Fajri Datuak Mangkuto Nan Basa, Walijorong Batung Panjang sekaligus mewakili Tokoh Masyarakat Sungai Batang.











