PASAMAN BARAT, soroton.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet grasstrack Kota Payakumbuh pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Kali ini, medali emas diraih dari kelas Trail Modifikasi 155 CC U21 beregu melalui duet pembalap Meris Saputra dan M. Dava Khayana, Minggu (11/10/2026).
Keberhasilan tersebut menambah catatan prestasi cabang olahraga balap motor Kota Payakumbuh sekaligus memperlihatkan hasil dari persiapan dan kerja kolektif tim dalam menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Raihan emas ini bukan semata-mata hasil perjuangan dua pembalap di lintasan. Di balik penampilan mereka, terdapat peran pelatih, ofisial, mekanik, serta seluruh unsur tim yang bekerja mempersiapkan atlet agar mampu tampil optimal selama kompetisi.
Pelatih grasstrack Kota Payakumbuh, Eldo, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam tim, bukan hanya kontribusi pembalap.
“Alhamdulillah, hasil ini tentu patut kita syukuri bersama. Keberhasilan meraih medali emas tidak terlepas dari kerja sama seluruh tim, mulai dari atlet, pelatih, ofisial, hingga mekanik. Semuanya memiliki peran penting dalam mempersiapkan pembalap menghadapi pertandingan,” ujar Eldo.
Menurutnya, dalam olahraga balap motor, kesiapan atlet di lintasan harus ditunjang dengan kesiapan teknis kendaraan dan koordinasi tim. Karena itu, kerja sama seluruh elemen menjadi bagian penting dalam mendukung performa pembalap selama perlombaan.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak cepat berpuas diri.
“Harapan kita, hasil ini menjadi penyemangat untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi. Perjalanan atlet masih panjang, sehingga pembinaan harus terus berjalan agar mereka bisa berkembang dan mampu bersaing pada kejuaraan berikutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Payakumbuh, Afrizal Chan, menyebut keberhasilan Meris Saputra dan M. Dava Khayana meraih emas merupakan hasil dari strategi dan persiapan kolektif yang telah dibangun sebelum Porprov berlangsung.
Menurut Afrizal, pemusatan latihan yang dilaksanakan menjelang Porprov menjadi bagian penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di arena pertandingan.
“Ini merupakan ramuan tim. Proses pemusatan latihan yang kita lakukan menjelang Porprov akhirnya membuahkan hasil. Medali emas ini bukan hasil kerja satu atau dua orang saja, melainkan hasil dari persiapan bersama, kerja keras atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh unsur yang terlibat,” ungkap Afrizal.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi dorongan bagi pembinaan olahraga balap motor di Kota Payakumbuh agar terus dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan.
Afrizal juga berharap pencapaian para atlet dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Payakumbuh untuk menekuni olahraga otomotif melalui jalur pembinaan dan kompetisi yang positif.
“Yang terpenting, prestasi ini harus menjadi modal untuk membangun pembinaan ke depan. Kita ingin atlet-atlet Payakumbuh terus berkembang, memiliki mental bertanding yang kuat, dan mampu membawa nama daerah pada ajang yang lebih tinggi,” lanjutnya.
Keberhasilan Meris Saputra dan M. Dava Khayana meraih medali emas pada kelas Trail Modifikasi 155 CC U21 beregu menambah kebanggaan bagi kontingen Kota Payakumbuh di Porprov XVI Sumatera Barat 2026.
Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh sinergi antara atlet, pelatih, ofisial, mekanik, serta sistem pembinaan yang terencana.
Bagi Kota Payakumbuh, medali emas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian sesaat, melainkan menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan atlet grasstrack dan melahirkan pembalap-pembalap berprestasi pada masa mendatang.
“Sebab, di balik setiap pembalap yang berdiri di podium, ada kerja kolektif sebuah tim yang berjuang agar bendera daerahnya berkibar di puncak prestasi”. Tutup Afrizal(*)










