Sorotan.id — Payakumbuh Creative Market (PCM) 2026 resmi dibuka pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan yang diinisiasi Pajacombolab tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku seni, UMKM, komunitas kreatif dan pelaku usaha di Kota Payakumbuh.
PCM 2026 lahir dari semangat untuk mempertemukan berbagai potensi kreatif yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya menjadi ruang promosi produk dan karya, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai wadah membangun jejaring serta membuka peluang kolaborasi antar pelaku ekonomi kreatif.
Ketua Pajacombolab, Muhammad Ikhsan, mengatakan Payakumbuh memiliki banyak potensi kreatif, khususnya dari kalangan anak muda. Namun, potensi tersebut perlu dipertemukan dalam sebuah ekosistem agar dapat berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas.
“Payakumbuh memiliki banyak anak muda kreatif. Ada yang bergerak di bidang seni, UMKM, musik, kuliner, desain dan berbagai bidang lainnya. Melalui PCM, kami mencoba mempertemukan potensi-potensi tersebut agar tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bisa saling berkolaborasi,” ujar Ikhsan. Senin, 10/8/2026.
Menurutnya, PCM tidak dirancang hanya sebagai kegiatan sesaat. Pajacombolab berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung secara berkesinambungan dan berkembang menjadi ruang kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya membuat event. Harapannya, semakin banyak komunitas, pelaku UMKM, seniman dan pelaku usaha yang terlibat. Dengan begitu, dampaknya juga semakin besar bagi anak muda dan perekonomian Payakumbuh,” katanya.
Pembina Pajacombolab, Ainul Farhan J, yang juga Anggota DPRD Kota Payakumbuh dari Fraksi NasDem, mengapresiasi pelaksanaan PCM 2026. Menurut Farhan, kreativitas anak muda merupakan potensi besar yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang. Kolaborasi antara komunitas, pelaku seni, UMKM dan dunia usaha dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat ekonomi kreatif di Payakumbuh.
“Yang menarik dari PCM ini adalah semangat kolaborasinya. Ada anak muda, pelaku seni, UMKM dan pelaku usaha yang dipertemukan. Ini potensi yang harus kita dorong agar terus berkembang,” ujar Farhan.
Ia menilai kreativitas anak muda jangan hanya berhenti sebagai hobi, tetapi perlu diarahkan menjadi kegiatan produktif yang mampu memberikan nilai ekonomi.
“Jangan biarkan kreativitas anak muda berhenti sebagai hobi. Kalau mereka punya kemampuan di bidang seni, desain, musik, kuliner atau bidang kreatif lainnya, harus ada ruang agar kemampuan itu berkembang menjadi sesuatu yang produktif,” katanya.
Farhan berharap PCM dapat dilaksanakan secara konsisten sehingga tidak berhenti pada kemeriahan sebuah event.
“Kalau hanya ramai pada saat kegiatan kemudian selesai, tentu dampaknya terbatas. Tetapi kalau dari sini lahir kolaborasi baru, UMKM mendapatkan pasar, seniman mendapatkan ruang, anak muda mendapatkan jaringan dan pelaku usaha menemukan peluang kerja sama, maka di situlah nilai sebenarnya,” ujarnya.
Ditambahkan Farhan, PCM 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Payakumbuh. Kolaborasi antara komunitas, pelaku seni, UMKM, dunia usaha dan pemerintah dinilai menjadi faktor penting agar potensi kreatif masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Dari ruang kolaborasi tersebut, diharapkan lahir berbagai karya, jejaring dan peluang ekonomi baru yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai bagian dari masa depan Kota Payakumbuh.” Tutup Farhan.











