Sorotan.id – Waktu terus berjalan. Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat XVI Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Para pembalap motor Kota Payakumbuh pun terus mematangkan persiapan melalui Training Camp (TC), Senin (21/9/2026), di Bukik Sibaluik Kota Payakumbuh.
TC tersebut diikuti para pembalap, pelatih, manajer dan official sebagai bagian dari persiapan menghadapi persaingan di ajang olahraga tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026.
Tiga rider yang dipersiapkan memperkuat Kota Payakumbuh yakni M. Divo Azhari, Athwan Hanan dan Jestin. Mereka menjalani program latihan di bawah arahan pelatih Alvit Joellio, dengan Saferosebagai manajer tim.
Bagi para rider, fase TC menjadi bagian penting untuk mengasah kemampuan sekaligus menjaga konsistensi performa sebelum turun ke arena pertandingan.
M. Divo Azhari mengatakan persiapan menghadapi Porprov terus dilakukan dengan menjaga fokus latihan dan kesiapan mental. Menurutnya, semakin dekatnya jadwal pertandingan membuat setiap sesi latihan harus dimanfaatkan secara maksimal.
Ia berharap persiapan yang telah dijalani bersama tim dapat menjadi modal saat menghadapi persaingan di arena nanti.
Sementara Athwan Hanan menilai persaingan di Porprov akan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, ia bersama rekan-rekannya berusaha menjaga kondisi fisik, teknik dan konsentrasi selama menjalani TC.
Baginya, kesempatan membela nama Kota Payakumbuh menjadi motivasi tersendiri untuk memberikan penampilan terbaik saat balapan.
Hal senada disampaikan Jestin. Rider muda tersebut menilai persiapan menjelang pertandingan bukan hanya soal kecepatan di lintasan, tetapi juga bagaimana menjaga konsistensi, keberanian dan ketenangan ketika berada di atas motor.
Ia berharap seluruh proses latihan yang dijalani bersama tim dapat membentuk kesiapan menghadapi tekanan pertandingan.
Di kesempatan yang sama, Pelatih Alvit Joellio mengatakan program TC diarahkan untuk mematangkan kemampuan teknis sekaligus membangun kesiapan mental para pembalap.
Menurut Alvit, waktu yang tersisa menuju Porprov harus dimanfaatkan secara efektif. Evaluasi dilakukan terhadap kemampuan masing-masing rider, termasuk bagaimana mereka membaca lintasan, menjaga ritme dan mengambil keputusan ketika berada dalam situasi balapan.
“Pada fase seperti ini, kita tidak hanya mengejar kecepatan. Yang kita bangun adalah konsistensi dan kesiapan pembalap menghadapi situasi pertandingan,” demikian substansi yang disampaikan Alvit dalam evaluasi latihan.
Sementara Manajer tim Safero menekankan pentingnya kekompakan seluruh unsur tim. Menurutnya, hasil di lintasan tidak hanya ditentukan oleh pembalap, tetapi juga kesiapan pelatih, official dan seluruh tim yang bekerja di belakang layar.
Safero berharap persiapan yang dilakukan secara bersama dapat memberikan dukungan maksimal kepada para rider ketika memasuki arena Porprov.
“Target kita tentu memberikan yang terbaik untuk Kota Payakumbuh. Karena itu, seluruh tim harus tetap fokus sampai pertandingan benar-benar dimulai,” demikian substansi pernyataannya.
Dengan waktu menuju pertandingan yang semakin singkat, TC di Bukik Sibaluik menjadi salah satu tahapan penting bagi tim balap motor Payakumbuh.










