Sorotan.id – Sebanyak 39 siswa dari Kabupaten Purwakarta dan 30 siswa dari Kota Bandung yang terlibat kenakalan remaja masuk barak militer. Para siswa ini mengikuti program pembinaan yang dibiayai oleh Pemda setempat.
Namun pembinaan ini dilakukan di dua tempat berbeda. Untuk para siswa asal Purwakarta dibina oleh Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Bataliyon Artileri Medan 9 TNI AD. Sedangkan 30 siswa asal Kota Bandung dibina di Rindam III Siliwangi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan pembinaan siswa tahap pertama ini sebenarnya berjumlah 70 orang. Namun, satu siswa kabur yakni berasal dari Purwakarta. Para siswa ini terdiri dari tingkat SMP dan SMA.
“Harusnya 70 siswa untuk pembinaan tahap pertama ini. Tapi 1 siswa dari Purwakarta kabur. Jadinya Purwakarta 39 siswa dan Kota Bandung 30 siswa,” sebut Dedi Mulyadi kepada wartawan, Jumat (2/5/2025).
Program pembinaan siswa ini akan berlangsung selama 14 hari. Seluruh kebutuhan siswa akan dicukupi. Baik makanan, pakaian, peralatan mandi, istirahat, proses belajar, dan lainnya.
“Saya lihat mereka happy. Gimana gak happy, gizinya cukup, istirahatnya cukup, olahraganya cukup, sistem belajar juga berjalan. Gurunya datang ke sana (barak militer-red) dan ngajar disana,” kata Dedi.
Senada Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein menyebutkan pembinaan ini akan diselipkan pembinaan khusus untuk pendidikan berkarakter.
Para siswa yang masuk dalam program pembinaan ini adalah siswa yang terlibat tawuran, sering bolos sekolah, narkoba, dan kenakalan lainnya.
“Sebelum mengantarkan mereka ke barak militer, kami sudah mendapatkan persetujuan orang tua dari para siswa,” kata Bupati.
Sementara itu, Danrem Armed 1 Kostrad, Kolonel Arm Roni Junaidi menjelaskan seluruh siswa akan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan psikologi, sebelum memulai kegiatan pembinaan.
Materi yang akan diberikan berupa pendidikan karakter, bela negara, psikologi dan keagamaan. Selama pembinaan, akan dilakukan rutinitas harian yang disiplin dan ketat.
“Tujuan utama pembinaan ini untuk membentuk lingkungan yang positif, mental dan spiritual. Materi untuk para siswa disusun oleh pemateri dari Polri, TNI, Pemda, dan berbagai instansi terkait,” ucap Kolonel Arm Romi Junaidi.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang lebih disiplin, berakhlak dan cinta tanah air. (*)









