Sorotan.id – Tingkat inflasi nasional pada April 2025 mencapai 1,95 persen secara tahunan (year on year/ YoY). Angka ini naik dari bulan Maret 2025 pada angka 1,01 persen. Hampir di seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi, kecuali Provinsi Papua Pegunungan.
Di Sumatera Barat, Inflasi mengalami kenaikan 2,38 persen dan menjadi 1,17 persen secara YoY.
“Pada April 2025 terjadi inflasi 1,17% secara bulanan atau MtM atau terjadi kenaikan IHK dari 107,22 pada Maret 2025 menjadi 108,47 pada April 2025 ,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini dalam rilis berita resmi statistic, Jumat (2/5/2025).
Sedangkan untuk Sumatera Barat, Inflasi terbesar disumbangkan dari Kabupaten Pasaman Barat sebesar 2,71 persen dengan IHK 111,67 dan terendah terjadi di Kabupaten Dharmasraya sebesar 1,07 persen dengan IHK 110,02.
Inflasi YoY yang terjadi di Sumatera Barat dikarenakan adanya kenaikan harga dari kelompok pengeluaran. Dimana yang terbesar disumbangkan oleh kelompok pendidikan sebesar 2,98 persen dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,63 persen.
Sementara itu, kelompok yang mengalami penurunan harga adalah dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,97 persen.
Sementara secara tahunan (YoY), 27 ekonom memproyeksi median IHK April 2025 berada di zona inflasi sebesar 1,5%. Nilai tersebut meningkat dibandingkan inflasi sebesar 1,03% (YoY) pada Maret 2025. Estimasi tertinggi terpantau berada di angka 2,62% (YoY) yang dikeluarkan oleh ekonom Standard Chartered Bank Aldian Taloputra. Sementara estimasi terendah di angka 0,6% (YoY) oleh ekonom Barclays Bank Brian Tan. (*)









