Sorotan.id – Bupati Padang Pariaman, Jhon Kenedy Aziz (JKA) meminta kepada Kementerian Sosial agar membangun Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Padang Pariaman. Permintaan ini langsung disampaikan oleh JKA kepada Menteri Sosial Drs. H. Saifullah Yusuf didampingi Sekjen Kemensos Bapak Dr. Robben Rico., A.Md. LLAJ., SH., ST., MSi Beserta jajaran pada Kamis (10/4/2025) di Gedung Kementerian Sosial RI.
“Kami harap program Sekolah Rakyat juga dapat dijalankan di Padang Pariaman,” ucap JKA pada Jumat (11/4/2025) yang dilansir dalam laman resmi Pemkab Padang Pariaman.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Padang Pariaman, diutarakan oleh JKA agar memutus rantai kemiskinan melalui bidang Pendidikan. Untuk itu, Pemkab Padang Pariaman telah menyediakan lahan 5 hektar untuk Pembangunan fasilitas guna operasional Sekolah Rakyat tersebut.
Dalam realisasinya nanti, Sekolah Rakyat mampu memastikan semua anak di Padang Pariaman untuk memperoleh Pendidikan yang berkualitas sejak anak usia dini. Dengan peningkatan SDM, anak-anak dari keluarga tidak mampu dapat memiliki skill yang membuka peluang bagi dirinya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Sehingga bisa memperbaiki ekonomi keluarga.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Padang Pariaman Sumarni mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan upaya nyata negara mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.
“Sekolah Rakyat bertujuan memutus rantai kemiskinan antar generasi. Program ini dirancang untuk mencetak agen perubahan dari keluarga miskin guna membantu mereka mencapai kehidupan yang lebih sejahtera,” tambahnya.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto telah mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan di Tanah Air.
“Anak orang kurang mampu tidak boleh miskin. Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung. Kita harus berdayakan,” kata Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta.
Presiden mengungkapkan pada tahun ini akan dibangun 200 sekolah berasrama dengan target seribu siswa per sekolah.
“Kami sudah putuskan untuk membangun tahun ini. Kita harap segera mulai dengan 200 Sekolah Rakyat berasrama untuk SD, SMP, dan SMA. Ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu,” katanya. (*)









