Sorotan.id – Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat mulai memasuki fase serius. Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Payakumbuh mengintensifkan pembinaan Atlet Balap Motor melalui training camp(TC) sebagai bagian dari persiapan menghadapi pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
TC menjadi salah satu langkah strategis IMI Kota Payakumbuh untuk mematangkan kekuatan atlet sebelum menghadapi persaingan Porprov. Tidak hanya mengejar kecepatan, program latihan diarahkan untuk membangun kemampuan teknis, fisik, mental, strategi balap serta konsistensi pembalap di lintasan.
Ketua IMI Kota Payakumbuh, Aftizal Can, mengatakan persiapan menuju Porprov membutuhkan proses yang terukur dan tidak bisa dilakukan secara instan.
“TC ini bagian dari persiapan kita menghadapi Porprov. Kita ingin atlet benar-benar siap ketika masuk ke arena pertandingan. Bukan hanya cepat, tetapi juga memiliki teknik, mental, disiplin dan kemampuan membaca situasi balapan,” ujar Aftizal. Sabtu 29/8/2206 di sirkuit Palano Hills Payakumbuh.
Menurutnya, Porprov memiliki tingkat persaingan yang berbeda dibandingkan kejuaraan biasa. Karena itu, pembalap yang dipersiapkan harus memiliki kesiapan menyeluruh.
“Di Porprov, mereka membawa nama Kota Payakumbuh. Tentu kita ingin memberikan yang terbaik. Karena itu persiapannya harus serius sejak sekarang,” katanya.
Diwaktu yang sama, pelatih Grasstrack Alvit Joellio mengatakan TC menjadi momentum untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan masing-masing pembalap. Menurutnya, persiapan menuju Porprov tidak cukup hanya dengan mengejar catatan waktu. Pembalap harus memahami teknik dasar hingga strategi menghadapi berbagai kondisi lintasan.
“Kita evaluasi semuanya. Mulai dari penguasaan motor, racing line, teknik menikung, pengereman, akselerasi sampai bagaimana pembalap mengambil keputusan ketika berada dalam situasi balapan,” ujar Alvit.
Ia menilai konsistensi menjadi salah satu faktor penting yang harus dimiliki pembalap jika ingin bersaing di Porprov.
“Yang kita cari bukan hanya cepat dalam satu atau dua lap. Pembalap harus mampu menjaga ritme dan konsisten sampai akhir. Karena di pertandingan, kesalahan kecil bisa menentukan hasil,” katanya.
Selain aspek teknis, Alvit juga memberikan perhatian besar terhadap kesiapan mental atlet. “Keberanian itu penting, tetapi harus dibarengi kontrol. Jangan sampai pembalap terbawa emosi ketika berada dalam tekanan atau berhadapan dengan pembalap lain. Mental bertanding harus kita bentuk,” ujarnya.
Ditambahkan Alvit, TC juga menjadi sarana untuk membangun kekompakan dan pola kerja tim. Dalam kompetisi seperti Porprov, performa pembalap tidak berdiri sendiri karena terdapat mekanik, pelatih dan tim pendukung yang memiliki peran masing-masing.
“Pembalap harus belajar bekerja sebagai satu tim. Komunikasi dengan pelatih dan mekanik juga penting. Kita ingin ketika masuk pertandingan nanti semuanya sudah memahami tugas masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Aftizal menegaskan IMI Kota Payakumbuh akan terus mendorong pembinaan atlet secara berkelanjutan. Porprov menjadi target terdekat, namun pembinaan tidak berhenti setelah kompetisi tersebut selesai.
“Kita ingin Porprov menjadi salah satu tahapan. Setelah itu pembalap yang punya potensi akan terus kita bina agar bisa berkembang dan nantinya mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” katanya.
Dengan TC yang dilakukan secara intensif, IMI Kota Payakumbuh berharap para pembalap Grasstrack mampu tampil optimal dan memberikan kontribusi bagi kontingen Kota Payakumbuh pada Porprov Sumatera Barat.
“Targetnya jelas datang ke Porprov bukan sekadar untuk ikut bertanding, tetapi dengan persiapan untuk bersaing dan membawa pulang prestasi.” Tutup Afrizal.











