Sorotan.id – Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota secara konkret mulai menyusun strategi besar dalam mengatasi persoalan sampah di daerahnya. Tidak tanggung-tanggung, Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni, melakukan kunjungan kerja maraton ke dua daerah rujukan nasional, yakni Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Banyumas, pada 4-5 Mei 2026.
Langkah ini diambil untuk mengombinasikan kekuatan kesadaran masyarakat berbasis budaya lingkungan dan teknologi pengolahan modern guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan bernilai ekonomi.
Belajar Kesadaran Masyarakat di Ciamis
Dalam kunjungan pertama di Ciamis (4/5), Bupati Safni mempelajari bagaimana daerah yang dinobatkan sebagai kota kecil terbersih tingkat ASEAN tahun 2025 tersebut mampu menekan volume sampah hingga di bawah 20 persen sebelum sampai ke TPA.

Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, menjelaskan bahwa kunci utama keberhasilan mereka adalah keberadaan 305 bank sampah dan kebiasaan masyarakat memilah sampah dari rumah.
”Kebersihan daerah mencerminkan karakter masyarakatnya. Inilah yang ingin kita bangun di Lima Puluh Kota, sebuah sistem yang tidak hanya membersihkan, tapi menjadikan sampah sesuatu yang bermanfaat,” tegas Bupati Safni.
Lirik Teknologi Pengolahan Modern di Banyumas
Melanjutkan agenda pada hari berikutnya (5/5), rombongan Bupati Safni bertolak ke Kabupaten Banyumas untuk mempelajari operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE).

Di bawah sambutan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, Bupati Safni melihat langsung transformasi sampah menjadi produk bernilai tinggi melalui keterlibatan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Di sini, sampah diolah menjadi:
1. Paving blok dan genteng plastik dari sampah anorganik.
2. Pupuk organik dan pakan maggot dari sampah organik.
3. Bahan bakar alternatif (RDF) dari sampah bernilai rendah.
Strategi Gabungan untuk Lima Puluh Kota
Bupati Safni menilai bahwa kombinasi sistem Ciamis dan Banyumas adalah solusi paling ideal bagi Kabupaten Lima Puluh Kota. Menurutnya, Ciamis unggul dalam edukasi masyarakat, sementara Banyumas sangat maju dalam hal teknologi pengolahan.

”Kita ingin nanti tidak ada lagi sampah yang menumpuk. Arahnya bukan lagi sekadar membuang ke TPA, melainkan bagaimana sampah selesai di sumbernya. Sampah bukan lagi beban, melainkan aset ekonomi melalui penguatan bank sampah di nagari-nagari dan pengembangan produk turunan,” tutup Safni.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati didampingi oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Lima Puluh Kota, Asra Yanti Safni, dan Kepala Dinas DLHPKP, Nopriyadi Syukri, S.T., guna memastikan program ini dapat diimplementasikan secara lintas sektoral. (*)











