Sorotan.id – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2025, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Padang menyelenggarakan kegiatan Capacity Building bagi pengurus dengan tema “Memperkuat Kepemimpinan dan Perencanaan Strategis untuk Gerakan Disabilitas yang Berkelanjutan.”
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi penyandang disabilitas terbesar di Kota Padang untuk memperkuat kapasitas internal sekaligus mempertegas komitmen terhadap gerakan disabilitas yang inklusif dan berkelanjutan. Pelatihan ini dirancang agar para pengurus memiliki kemampuan menyusun Rencana Strategis (Renstra) 2025–2030 serta keterampilan kepemimpinan dan komunikasi publik yang efektif untuk mendukung advokasi kebijakan di tingkat daerah.
Kepala dinas sosial kota yang diwakili oleh sekretaris dinas sosial kota Padang Budi Kurniawan yang membuka kegiatan tersebut mengapresiasi Komitmen Gerakan Disabilitas.Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas organisasi disabilitas agar dapat berperan aktif dalam proses perencanaan dan pengawasan kebijakan publik.Berdasarka data dinas sosial kota Padang,jumlah penyandang disabilitas kota Padang 1.500 orang lebih.
Sementara itu,Plt. Ketua PPDI Kota Padang, Syukrawardi , menyatakan bahwa organisasi disabilitas memiliki kapasitas penuh untuk merencanakan, bergerak, dan melaksanakan berbagai aktivitas secara mandiri tanpa harus berada di bawah organisasi non-disabilitas.
“Organisasi disabilitas adalah organisasi yang dijalankan dan dikelola sepenuhnya oleh penyandang disabilitas. Kami menolak pandangan bahwa organisasi disabilitas perlu ‘dipayungi’ oleh organisasi non-disabilitas, karena hal itu justru melemahkan prinsip kemandirian dan representasi diri,” tegas Syukrawardi .
“PPDI Padang percaya bahwa kepemimpinan berbasis pengalaman hidup (lived experience) penyandang disabilitas adalah kekuatan utama dalam membangun gerakan yang berdaya dan berkelanjutan.”
Fokus pada Kepemimpinan Inklusif dan Public Speaking
Selama dua hari pelatihan, peserta mengikuti serangkaian sesi tematik seperti “Konsep dan Manfaat Renstra bagi Organisasi Disabilitas,” “Analisis Situasi dan Tantangan Strategis,” hingga “Kepemimpinan Inklusif” dan “Public Speaking untuk Advokasi.”
Melalui pendekatan partisipatif dan metode learning by doing, setiap peserta terlibat aktif dalam diskusi, simulasi audiensi dengan pemerintah dan media, serta latihan menyusun pesan advokasi yang persuasif.
Syukrawardi menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan refleksi atas perjalanan lima tahun terakhir PPDI Padang yang telah aktif dalam berbagai kegiatan advokasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan arah gerakan ke depan memiliki dasar strategis dan kepemimpinan yang kuat, terutama dalam menghadapi tantangan kebijakan dan sosial yang terus berkembang,” ujarnya.
Hasil dan Komitmen ke Depan
Dari kegiatan ini, PPDI Kota Padang berhasil menghasilkan draft awal Renstra PPDI 2025–2030, yang akan menjadi panduan organisasi untuk lima tahun mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas antar pengurus dan menumbuhkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi di ruang publik.
Ketua panitia capacity building ppdi kota Padang silvia piobang menyampaikan,Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 15–16 November 2025, di Hotel Kawana Padang dan diikuti oleh sekitar 25 pengurus PPDI Kota Padang.Menutup kegiatan, para peserta menyampaikan komitmen bersama untuk menjadikan PPDI sebagai organisasi disabilitas yang adaptif, kolaboratif, dan berpengaruh dalam mendorong pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Kota Padang.











