Sorotan.id – Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) KONI Sumatera Barat yang menetapkan Hamdanus sebagai ketua periode 2025–2029 rupanya menyisakan polemik. Pesaingnya, Tommy Irawan Sandra, menilai dirinya telah “dizolimi” dalam proses pemilihan.
Tommy menyebut ada perubahan dukungan mendadak dari salah satu pengurus cabang olahraga yang awalnya memberikan mandat kepadanya, namun kemudian beralih ke Hamdanus. Ia mengaku hal itu menyalahi aturan organisasi.
“Awalnya ketua PLT Padang Pariaman memberikan dukungan kepada saya dengan bukti mandat yang sudah ada. Tapi kemudian dicabut, dan dukungan dialihkan. Padahal TPP sempat menyampaikan tidak ada lagi pencabutan atau penambahan dukungan,” kata Tommy kepada wartawan, Senin (29/9) malam).
Menurutnya, surat pencabutan dukungan baru masuk pada pagi hari pelaksanaan Musprovlub. Sementara pendaftaran calon telah ditutup sehari sebelumnya. “Artinya proses ini tidak fair. Sebagai warga negara saya merasa dizolimi,” tambahnya.
Tommy juga menyinggung adanya intervensi dari Gubernur Sumbar. Ia menyebut sejak awal dirinya diarahkan untuk mundur dan memberikan jalan kepada Hamdanus. “Kami dipanggil, digiring agar saya mundur. Bahkan gubernur terang-terangan mengarahkan agar Hamdanus jadi ketua,” ujarnya.
Meski menerima hasil akhir Musprovlub, Tommy menegaskan akan mempertimbangkan langkah hukum maupun organisasi. “Saya ingin olahraga di Sumbar ke depan tidak kacau seperti malam ini. Kita akan mencari cara membuktikan apa yang terjadi,” katanya.
Sebelumnya, Hamdanus terpilih sebagai Ketua KONI Sumbar setelah meraih 51 suara, unggul 20 suara dari Tommy Irawan yang memperoleh 31 suara. Dua suara lainnya dinyatakan tidak sah.











