Sorotan.id – Presiden Prabowo Subianto mengecam munculnya kasus beras oplosan dengan modus beras biasa dikemas sebagai beras premium yang mencuat beberapa waktu terakhir.
Ia meminta Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut dan menindak pengusaha-pengusaha tersebut tanpa pandang bulu
Prabowo menilai pengusaha yang memasarkan beras biasa dengan label premium mendapatkan keuntungan yang tidak wajar.
“Beras biasa dibilang beras premium harganya dinaikin seenaknya. Ini pelanggaran. Ini saya telah minta Jaksa Agung dan Polisi mengusut dan menindak pengusaha-pengusaha tersebut tanpa pandang bulu,” kata Prabowo dilansir sorotan.id dari presidenri.go.id, Senin, (21/7).
Ia melanjutkan, praktik kecurangan tersebut, menurut Presiden dapat memberikan kerugian bagi negara hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.
“Saya dapat laporan kerugian yang dialami oleh bangsa Indonesia adalah Rp100 triliun tiap tahun, Rp100 triliun tiap tahun,” ungkapnya.
Alokasi dana tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan lain apabila dikelola dengan baik.
“Anda bisa bayangkan Rp100 triliun kita bisa bikin apa. Mungkin kita hilangkan kemiskinan,” katanya.
212 Beras Diduga Oplosan
Diberitakan sorotan.id sebelumnya, sebanyak 212 merek beras yang diduga oplosan dan tidak sesuai standar akan segera diumumkan Kementerian Pertanian Republik Indonesia ke publik dalam waktu dekat.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, temuan dari 212 merek beras itu berdasarkan hasil pemeriksaan Satgas Pangan.
“Kepada seluruh saudara, nanti mudah-mudahan ini kami memunculkan secara bertahap yang diperiksa. Kami memunculkan merek yang tidak sesuai standar,” ujarnya dikutip dari cnnindonesia.com, Senin, (14/7).
Ia melanjutkan, temuan tersebut kini telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.
“Sebanyak 212 merek kami sudah kirim ke Pak Kapolri, kemudian Satgas Pangan, dan Pak Jaksa Agung. Mudah-mudahan ini diproses cepat,” katanya.











