Sorotan.id – Indonesia tercatat sebagai negara dengan tarif impor paling rendah di Asia ke Amerika Serikat (AS), mengungguli negara-negara emerging market lainnya.
Sebelumnya, Indonesia diancam tarif impor sebesar 32 persen, tetapi baru-baru ini turun menjadi 19 persen.
Dengan angka 19 persen ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, Indonesia memiliki dua keuntungan dari penetapan tarif impor tersebut, yakni investasi dan peningkatan ekspor.
Ia menilai, dengan tarif 19 persen tersebut menjadikan produk Indonesia yang masuk Amerika Serikat memiliki daya saing harga yang lebih baik sehingga nantinya mampu mendatangkan investasi.
“Jadi ini ada dua yang kita dapatkan, investasi masuk dan yang kedua ekspor kita meningkat,” kata Budi dikutip dari Antaranews, jumat, (18/7).
Tarif Impor Turun Usai Prabowo Telepon Trump Selama 17 Menit
Diberitakan sorotan.id sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump melalui sambungan telepon pada Selasa malam, 15 Juli 2025.
Percakapan kedua petinggi negara itu berlangsung selama 17 menit dengan membahas sejumlah isu, terutama mengenai kebijakan tarif impor Amerika Serikat terhadap Indonesia.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengatakan, percakapan tersebut berlangsung pada saat Presiden Prabowo tengah berada di Eropa dalam rangkaian kunjungan luar negerinya.
“Dalam percakapan yang sangat serius namun dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban selama hampir 17 menit, kedua pemimpin membahas sejumlah isu, terutama mengenai kebijakan tarif Amerika Serikat,” ujar Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya dikutip sorotan.id, Kamis, (17/7).
Ia mengatakan, Usai proses negosiasi panjang, kedua pemimpin negara berhasil mencapai kesepakatan mengenai Tarif impor Amerika Serikat terhadap produk-produk Indonesia diturunkan secara signifikan.
“Setelah proses negosiasi yang alot dan dengan memahami kepentingan masing-masing negara, akhirnya dicapai kesepakatan penurunan tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen pada produk-produk Indonesia,” sebutnya.
Menurut Seskab Teddy, tarif dagang yang dikenakan Amerika Serikat ke Indonesia menjadi salah satu yang terendah di Asia. Presiden Prabowo mengambil peran langsung dalam proses negosiasi dengan semangat memperjuangkan kepentingan nasional.
Ia mengatakan, hasil kesepakatan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh menteri terkait.
“Untuk detail hasil kesepakatan tarif dagang Amerika Serikat terhadap Indonesia ini, akan ditindaklanjuti oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Bapak Airlangga Hartarto,” imbuhnya.











