Sorotan.id – Perang India – Pakistan bikin petani gambir di Sumatera Barat, Khususnya Pesisir Selatan dan Limapuluh Kota Menjerit. Pasalnya, harga gambir turun drastis.
Harga gambir yang bisa mencapai Rp 115.000 per kilogram turun hingga Rp 20.000 per kilogram. Kondisi ini membuat para petani Gambir kelabakan dan mengalami kerugian yang cukup besar.
Seorang petani gambir asal nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Ike (32) menyebutkan turunnya harga gambir sudah dirasakan sejak sepekan terakhir.
“Pekan ini sangat anjlok (harga gambir-red). Per kilogramnya sampai Rp 20 ribu,” ucap Ike, Selasa (14/5/2025).
Akibatnya pendapatan masyarakat di beberapa kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota yang menggantungkan hidup dari gambir pun jadi turun. Harga seperti ini tidak pernah terjadi semenjak Covid-19 silam.
“Dipastikan tidak ada keuntungan yang diperoleh Petani. Karena nilai standar yang masih bisa membuat petani untung, harga harus diatas Rp 40.000 per kilogram,” ucap Ike.
Sementara itu, seorang eksportir Gambir di Kabupaten Padang Pariaman, Punit menyebutkan salah satu factor turunnya harga gambir adalah Perang antara India dan Pakistan. Namun, factor ini bukan menjadi hal yang utama. Karena ada factor lain seperti permainan harga oleh pengepul di tingkat daerah dan kualitas gambir yang buruk.
“Faktor perang India dan Pakistan memang menjadi salah satu turunnya harga gambir. Karena India dan Pakistan menjadi tujuan penjualan gambir dari Sumatera Barat. Namun ada juga factor lain yakni permainan harga oleh pengepul di tingkat daerah itu sendiri dan kualitas gambir yang buruk,” kata Punit.
Punit juga menyebutkan pihaknya sering mendapati gambir yang dicampur dengan tanah. Hal ini membuat kualitas gambir sangat buruk dan harga pun akan turun drastis.
“Banyak saya dapati gambir dicampur dengan tanah otomatis langsung saya tolak. Jika kualitas gambirnya bagus, harga digudang saya bisa mencapai Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu perkilogram,” ucap Punit.
Selain itu, ada juga cara yang salah dalam memanen daun gambir. Dimana untuk bisa mendapatkan getah gambir yang bagus, usia daun harus memiliki rentang usia 3 hingga 4 bulan. Di usia tersebut, dipastikan getah gambir memiliki kandungan katekin yang tinggi.
“Setelah diuji, unsur katekinnya rendah bahkan tidak ada sama sekali. Ini factor daunnya masih muda tapi sudah dipanen. Karena itu butuh kejujuran dan kesabaran dari petani dalam memproduksi gambir agar harga tidak anjlok,” kata Punit lagi.
Diakui Punit, saat ini memang terjadi penumpukan stok barang di gudang karena perperangan India – Pakistan mempengaruhi permintaan gambir leh India dan Pakistan. Secara ekonomi fenomena seperti ini memang tidak bisa dihindari. Alhasil harga akan jatuh.
“Saya belum bisa memastikan bagaimana kondisi harga gambir kedepannya. Harapan tentu ada, agar kondisi kedua negara bisa kondusif,” harap Punit. (*)









