Sorotan.id – Proyek pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik resmi dimulai sejak, Sabtu (3/5/2025). Konstruksi Fly Over yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Solok ini bakal didesain tahan gempa. Hal ini diterangkan oleh Menteri PU RI, Dody Hanggodo selepas melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking-red).
“Konstruksi bangunan Fly Over akan dirancang tahan dari guncangan gempa. Hal ini mengingat Sumatera Barat dilalui patahan tektonik,” ucap Dody, Sabtu (3/5/2025).
Dalam fase pertama ini, akan dibangun 4 buah jembatan. Dimana jembatan pertama sepanjang 135 meter, jembatan kedua 152 meter, jembatan ketiga sepanjang 382 meter dan jembatan keempat sepanjang 333 meter. Seluruh jembatan nantinya akan mengantongi sertifikat tahan gempa.
“Karena akan membangun jembatan, seluruh jembatan harus mengantongi sertifikat tahan gempa,” ucap Dody lagi.
Pembangunan proyek Fly Over Sitinjau Lauik ini diperkirakan selesai dalam jangka waktu 2 tahun. Tujuannya tidak lain meminimalisir kemacetan dan kecelakaan yang kerap terjadi di Sitinjau Lauik.
Selain itu, Fly Over juga akan memperbaiki geometric jalan dalam rangka meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Dampak positifnya sangat banyak jika Fly Over selesai dibangun. Selain mengurangi kemacetan dan kecelakaan, juga menurunkan biaya logistic sehingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat,” kata Dody.
Pembangunan Flyover Panorama I merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha melalui skema ketersediaan layanan atau availability payment (KPBU-AP), dengan nilai investasi sebesar Rp2,79 triliun.
Proyek ini diprakarsai oleh konsorsium PT Hutama Karya (Persero) dan PT Hutama Karya Infrastruktur dengan panjang penanganan 2,77 km terdiri dari AT grade 1,77 km dan elevated 1 km.
Menteri Dody berharap kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dalam hal pembebasan.
Menurut dia, hal demikian dilakukan agar pekerjaan konstruksi Flyover Sitinjau Lauik dapat berjalan lancar sehingga dapat segera bermanfaat untuk masyarakat.
“Setelah desain dan lahan siap, kegiatan konstruksi akan dilakukan selama 2 tahun dan dilanjutkan dengan masa layanan selama 10 tahun,” pungkasnya.(*)









