Sorotan.id – Pembangunan proyek Fly Over Sitinjau Lauik resmi dimulai, Sabtu (3/5/2025). Hal ini ditandai oleh peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Fly Over Fase pertama oleh Menteri PU RI, Dody Hanggodo di Stockpile Lubuk Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang sekitar pukul 08.30 WIB.
Dalam peresmian pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik ini, turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Wakil Gubernur, Vasco Ruseimy, Walikota Padang, Fadly Amran, Anggota DPR RI, Andre Rosiade, dan Zigo Rolanda bersama unsur Forkopinda, tokoh masyarakat dan pejabat lainnya.
Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik ini sudah menjadi sebuah proyek yang begitu dinanti oleh masyarakat Sumatera Barat. Dimana langkah proyek ini ditujukan untuk mengurangi masalah lalu lintas di areal Sitinjau Lauik tersebut. Persoalan kemacetan dan angka kecelakaan yang sangat tinggi di Sitinjau Lauik menjadi dorongan utama pembangunan Fly Over ini.
“Pak Presiden Prabowo berpesan kepada saya, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik harus dilaksanakan. Ini komitmen dan janji beliau kepada masyarakat Sumatera Barat. Untuk fase pertama ini, pembangunan proyek Sitinjau Lauik akan menelan anggaran Rp 2,79 Triliun,” ucap Dody Hanggono usai Groundbreaking kepada awak media.
Dody merinci, Fly Over Sitinjau Lauik fase pertama ini memiliki total panjang 2,77 kilometer yang akan dibangun diatas lahan seluas 10,1 hektar tanah masyarakat dan 8,6 hektar hutan lindung.
Dody pun meminta kepada pemerintah Sumatera Barat segera menyelesaikan persoalan pembebasan lahan masyarakat dan izin pinjam pakai ke Kementerian Kehutanan khusus untuk kawasan hutan lindung.
“Masih ada proses yang perlu disikapi untuk Pemerintah Sumbar. Dimana 10,1 hektar lahan masyarakat yang harus dibebaskan. Targetnya pembebasan lahan ini harus selesai pada Juni 2025,” kata Dody.
Seperti yang diketahui, rencana pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik ini sudah dirancang sejak masa kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno bersama Wakil Gubernur (Alm) Nasrul Abit. Kemudian rencana ini menguap begitu saja tanpa ada tindak lanjut.
Namun, beberapa tahun terakhir rencana ini kembali dicuatkan oleh wakil ketua komisi VII PR RI, Andre Rosiade. Ia pun getol memperjuangkan Fly Over Sitinjau Lauik ini hingga terealisasi seperti saat ini.
Merujuk peta desain, Fly Over Sitinjau Lauik akan memiliki 4 jembatan dengan rincian jembatan pertama memiliki panjang lintasan 135 meter, jembaran kedua sepanjang 152 meter, jembatan ketiga sepanjang 382 meter dan jembatan ke empat sepanjang 333 meter. (*)









