Sorotan – Pemerintah Kota Bukittinggi kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Kantin Bukittinggi, Senin (01/04). GPM yang digelar serentak di 38 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia ini dilakukan dalam rangka pengamanan stabilitas pasokan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Terlihat warga Bukittinggi ramai-ramai datang ke Lapangan Kantin dari pagi hingga siang hari. Pasalnya, gerakan nasional pangan murah ini menjual berbagai kebutuhan pangan warga, dan harganya di bawah harga pasar.
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, melalui Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Melwizardi menyebut, Gerakan pangan murah ini dilakukan sebagai upaya untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan.
“Dengan gerakan pangan murah ini, masyarakat bisa terbantu, dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka jelang lebaran Idul Fitri 1445 Η ini. Sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani dengan naiknya harga pangan di pasaran,” ungkapnya.
Sejumlah pangan yang dijual di pangan murah ini diantaranya, wartel Rp 10 ribu per kg, telur Rp 48 ribu per tray, bawang super Rp 33 ribu per kg, kentang Rp 15 ribu per kg, cabe merah keriting Rp 55 ribu per kg dan beras Kuruik Kusuik Rp16 rb per kg. Selain itu, pihak Bulog juga menjual sejumlah sembako, dengan harga terjangkau.











