Sorotan.id – Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) gelar program Dosen Mengabdi Reguler di Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, dari tanggal 18 Oktober hingga 20 Oktober 2023. Program tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari dosen pulang kampung tahun 2022 yang lalu.
Ketua tim dosen mengabdi inovasi Sedarnawati Yasni mengatakan, kegiatan ini difokuskan kepada penjelasan teori keamanan pangan, praktek pembuatan makanan pencegah stunting, pengenalan halal dan thoyib serta pengenalan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan makanan. Kegiatan tersebut diikuti oleh lima UMKM yang menjalin kerjasama dengan UKM Mande Bagarak, yaitu UMKM Guseta, Checilia, MPJ, Locavore, dan Haloma.
“Kita menjelaskan tentang pentingnya pengetahuan keamanan pangan terkait bahaya apabila terkontaminasi secara kimia, fisika atau biologis, serta cara meminimalisir resiko bahaya tersebut.” Ujar Sedarnawati Yasni.
Sedarnawati Yasni menambahkan, setelah memberikan penjelasan tentang keamanan pangan, kegiatan dilanjutkan dengan praktek pembuatan makanan pencegah stunting yang didampingi oleh anggota program dosen mengabdi Tetty Kemala. Bahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan cake kukus protein tinggi diantaranya susu cair, yoghurt, kacang hijau, singkong, margarin, gula aren atau gula merah, rempah jahe dan kayu manis, serta garam.

“Peserta membuat 3 variasi rasa, diantaranya tanpa menggunakan gula aren, tanpa menggunakan gula pasir, dan tanpa menggunakan susu dan margarine. Proses pembuatan cake kukus tersebut memerlukan waktu sekitar 1 jam. Setelah 3 varian rasa didapatkan, kemudian dilakukan uji organoleptik oleh 30 orang mahasiswa yang sudah terlatih dari program studi ilmu pangan Politani Payakumbuh dan 5 orang peserta UMKM yang tidak terlatih.” Kata Sedarnawati Yasni.
Sementara itu pada saat sesi diskusi, anggota program dosen mengabdi Tetty Kemala menjelaskan bahwa produk yang halal adalah produk saat difatwakan mengunakan bahan-bahan sudah disetujui saat dilakukan proses sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Halal (LPH). “Apabila mau dilakukan peggantian produsen dari bahan sejenis, harus dipastikan bahan tersebut memiliki status kehalalan yang sama, hal ini dapat dilihat dari kemasannya yang memiliki logo halal, atau dapat di cek di website: www.halalmui.org atau cek di website sihalal.” Ujar Tetty Kemala.

Saat penutupan, tim program dosen mengabdi mengadakan post test. Hasilnya peserta mengerti dan memahami semua kegiatan yang dilakuan.
Turut hadir saat acara pembukaan kegiatan tersebut, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Limapuluh Kota Kris Susmaji, Kepala Balai POM Payakumbuh yang diwakili Maghrifa Dwi Maulani, perwakilan BPTU Padang Mengatas Multiviza Muslim serta Wakil Direktur I Politani, Jamaluddin. (*)











