Sorotan.id – Berawal dari pertemuan tidak sengaja saat Wako Bukittinggi Erman Safar melakukan audiensi di salah satu cafe di Bukittinggi, dihampiri dua anak anak yang sedang meminta minta di cafe tersebut.
Begitu di datangi anak anak yang meminta belas kasihan kepada rombongan Wako itu, kontan kepedulian sosial orang nomor satu di Kota Bukittinggi yang akrab disapa bang Wako itu, tersentak
Kedua anak itu dipanggil Wako, disuruh duduk bersama Wako dan mengajaknya ngobrol, sang anak tidak menyadari dengan siapa dia berhadapan, Wako langsung bertanya dengan santai kepada anak anak yang seharusnya belajar dirumahnya.
Betapa terenyuh nya Wako mendengar pengakuan sang anak, mereka kakak beradik di Suruah kedua orang tuanya untuk meminta minta, sementara orang tua senang senang saja dirumah menunggu si bocah pulang membawa setoran masing masing dengan target 100 ribu bagi yang besar dan Rp 50 ribu bagi si kecil.
Mendengar penuturan anak yang seharusnya sudah duduk di bangku sekolah itu, emosi Wako muncul, dengan ekspresi wajah yang marah besar, Wako bersama timnya dinas terkait langsung menelusuri keberadaan orang tua kedua anak perempuan yang diduga sengaja di eksploitasi itu.
Begitu bertemu dengan orang tua si anak ,dia mengaku baru tiga bulan tinggal di rumah kontrakan Kota Bukittinggi. Mirisnya lagi kedua orangtuanya ternyata sehat jasmani dan diduga sengaja menyuruh anaknya untuk meminta-minta, lanjut Erman.
” Ini Sangat keterlaluan dan sangat tidak terpuji. Ada orang tua, yang diduga mengeksploitasi anaknya. Mereka suruh anak anaknya meminta minta sedekah di luar sana. Sementara, mereka menunggu di rumah,” ungkap Wako Erman Safar, Senin (25/09).
“Kami kecewa dengan kedua orangtuanya yang ternyata sengaja menyuruh anak-anak nya mengemis, ibunya bahkan yang memesankan ojek online untuk anaknya berangkat mengemis setiap pagi,” jelas Erman Safar.
Saat bertemu kedua orang anak itu, Wako mengaku sempat mengancamnya akan melaporkan ke pihak kepolisian karena secara jelas mengekpolotasi anak untuk mencari uang.
“Mereka mengaku menargetkan setiap anak nominal yang disetor setiap hari, untuk anak yang besar Rp 100 ribu dan si kecil Rp 50 ribu, ada lagi satu anak mereka yang laki-laki bekerja di bengkel las saat pagi dan ketika siang juga mengemis,” kata Wako.
Untuk tindak lanjutnya, Pemko Bukittinggi tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal keluarga itu dan juga berkomunikasi dengan perwakilan Kementrian Sosial di Sumatra Barat.
“Sesuai kesepakatan akhir, mereka dikembalikan ke kota asalnya, kita antar dan serah terima dengan pemerintah setempat,” ungkap Erman.
Hal ini mendapat respon positif dari warga yang berkomentar dalam akun media sosial yang menampilkan aksi Wali Kota saat mengantarkan anak-anak ke orangtua mereka dan memberikan arahan langsung ke keluarga tersebut.









