Sorotan.id – Bencana alam berupa banjir bandang, pohon tumbang dan jalan amblas masih menghantui masyarakat di Salingka Danau Maninjau. Potensi hujan tinggi dengan angin kencang masih sering terjadi di wilayah kabupaten Agam ini.
Kondisi ini membuat status waspada masih berlangsung sejumlah lokasi bencana alam di Nagari Maninjau, Sungai Batang, Bayur, Tanjung Sani, Koto Kaciak, Dalko, Koto Malintang, Paninjauan, Duo Koto dan Koto Gadang VI Koto.
Hal itu terbukti kembali terjadinya banjir bandang dengan membawa material bebatuan dan lumpur di sepanjang aliran sungai Muaro Pisang, Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kamis sore (25/12). Bahkan saat terik panas matahari bersinar pun, material longsor itu turun dan memenuhi aliran sungai tersebut pada Selasa (23/12).

Pada saat kejadian, Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar langsung menjadi saksi suasana mencekam di Maninjau. Banjir bandang yang kembali meluap, ke rumah-rumah warga dan fasilitas umum yang berada sepanjang aliran sungai Muaro Pisang tersebut. Kuatnya air bah hampir saja membuat perwira kepolisian itu terjebak, beruntung ada kesempatan untuk menyeberangi jalan berkat bantuan warga.
“Kondisi jembatan Muaro Pisang, Kantor Koramin 05, Kantor Polsek Tanjung Raya, Kantor Camat Tanjung Raya, Rutan Kelas IIB Maninjau, SMA Negeri 1 Tanjung Raya, SD Negeri 01 Maninjau beserta perumahan anggota polsek dan warga masuk lumpur dari luapan sungai itu. Bahkan 44 orang napi rutan juga sempat mengungsi ke Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Maninjau,” Ungkap Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 14.11 WIB, hingga sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis sore (25/12). Material lumpur dan bebatuan lebih banyak dari kejadian sebelumnya. Warga yang tinggal sekitar aliran sungai pun sempat mengungsi ke rumah tetangga yang aman dari bencana alam.
“Hari ini, Jumat pagi 26 Desember 2025 alat berat kembali bekerja melakukan pembersihan. Dua alat berat dikerahkan untuk percepatan penanganan dan membersihkan material banjir bandang yang menutup akses jalan.
Pihaknya juga menghimbau masyarakat Tanjung, relawan atau petugas maupun pengendara yang melintasi jalur Kelok 44 menuju Lubuk Basung, tetap waspada. Terutama pada cuaca hujan deras. Berharap kejadian ini tidak kembali terjadi,” tutur Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar.











