Sorotan.id. – Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar Sumatera Barat (Sumbar) kembali erupsi pada hari ini, Jumat (16/7) pukul 18.51 WIB. Tinggi kolom abu saat erupsi teramati 1.000 meter di atas puncak.
“Tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 3.891 m di atas permukaan laut),” kata Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi dalam keterangan tertulisnya.
Ia mengatakan, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23.8 mm dan durasi sementara ini kurang 45 detik,” sebutnya.
Warga Dihimbau Menjauh 3 Km dari Puncak
Ia mengatakan, saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki atau pengunjung atau wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Kemudian Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi ancaman ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.
“Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA),” sebutnya.
Ia menghimbau kepada seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
Kemudian Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan G. Marapi di Jalan Prof. Hazairin No.168 Bukittinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas Gunung Marapi.
“Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Marapi melalui website Badan Geologi https://geologi.esdm.go.id, website PVMBG https://vsi.esdm.go.id, website Magma Indonesia https://magma.esdm.go.id, aplikasi Magma Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore, atau melalui media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram @pvmbg_),” imbuhnya.











