Sorotan.id – Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyatakan negaranya siap mengakui kedaulatan Negara Palestina pada Juni 2025 mendatang. Namun ia juga meminta agar negara-negara arab juga mengakui negara Israel.
Langkah ini akan diambil oleh Prancis sebagai upaya meredam konflik antara dua wilayah di timur tengah yakni antara Palestina dan Israel. Pengakuan ini bisa dilakukan pada Konferensi PBB tentang konflik Israel – Palestina yang diketuai Prancis bersama Arab Saudi pada Juni 2025.
“Kita harus bergerak maju menuju pengakuan, dan kita akan melakukannya dalam beberapa bulan mendatang,” kata Macron pada Rabu (9/11) dikutip dari Al Jazeera.
Dengan adanya pengakuan kedaulatan negara Palestina, Macron berharapnegara-negara Timur Tengah juga bisa mengakui negara Israel. Hingga saat ini, Arab Saudi, Iran, Irak, Suriah, dan Yaman tak mengakui Israel.
Dalam lawatannya baru-baru ini ke Mesir, Macron mengadakan pembicaraan dengan Presiden Abdel Fattah el-Sisi dan Raja Yordania Abdullah II. Macron menegaskan bahwa dirinya sangat menentang pemindahan masyarakat di Gaza dan Tepi Barat.
Tanggapan Palestina dan Israel
Rencana pengakuan kedaulatan negara Palestina yang direncanakan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron mendapat sambutan positif dari Palestina. Bahkan Menteri Luar Negeri Palestina, Varsen Aghabekian Shahing mengatakan Langkah Prancis ini adalah Langkah yang benar.
“Pengakuan kedaulatan negara Palestina akan melindungi hak-hak rakyat rakyat Palestina dan menjadi solusi konflik dua negara,” katanya.
Namun, pihak Israel menentang rencana Prancis tersebut. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar mengatakan, setiap pengakuan akan menjadi dorongan kekuatan bagi Hamas yang diperangi mereka.
“Tindakan semacam ini tidak akan mendekatkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan kita, tetapi justru sebaliknya,” kata Saar.
Prancis telah lama memperjuangkan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina. Posisi ini tak berubah meski ada serangan Hamas ke ISrael pada 7 Oktober 2023 lalu. (*)









