PAYAKUMBUH — Aroma persaingan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat XVI Tahun 2026 mulai terasa. Atlet cabang olahraga Grasstrack Kota Payakumbuh terus mematangkan persiapan melalui Training Camp (TC)yang digelar di Sirkuit Kota Biru Palano Hills, Payakumbuh, Rabu (10/9/2026).
TC menjadi bagian penting dalam mematangkan kesiapan tim sebelum menghadapi PORPROV Sumatera Barat XVI yang dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026 mendatang.
Di lintasan, para atlet ditempa untuk meningkatkan kemampuan teknik, fisik, konsentrasi, serta mental bertanding. Setiap putaran lintasan menjadi bagian dari proses menuju target prestasi yang ingin dipersembahkan untuk Kota Payakumbuh.
Pelatih Grasstrack Payakumbuh, Eldo, mengatakan persiapan tim terus dimaksimalkan menjelang pertandingan. Menurutnya, waktu yang tersisa harus dimanfaatkan dengan latihan yang terarah agar seluruh pembalap berada dalam kondisi terbaik saat berlaga.
“TC ini sangat penting untuk melihat sejauh mana perkembangan atlet. Kami terus melakukan evaluasi dan pembenahan, baik dari sisi teknik maupun kesiapan fisik dan mental. Mudah-mudahan dengan persiapan yang maksimal, atlet kita mampu tampil kompetitif di PORPROV,” ujar Eldo.
Optimisme juga disampaikan salah seorang pembalap Grasstrack Payakumbuh, M. Dava Khayana. Ia mengaku terus berupaya meningkatkan kemampuan selama menjalani TC dan siap memberikan kemampuan terbaik ketika turun membawa nama Kota Payakumbuh.
“Persiapan kami terus dimatangkan. Saya ingin memberikan hasil terbaik untuk Payakumbuh. Persaingan tentu berat, tetapi saya optimistis kalau latihan dan persiapan dilakukan dengan maksimal, kita bisa bersaing dan meraih hasil yang membanggakan,” kata Dava.
Sementara itu, Afrizal Chan, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Payakumbuh, menegaskan bahwa persiapan atlet harus dilakukan secara serius dan terarah. Target prestasi, menurutnya, tidak lahir secara instan, melainkan melalui latihan yang konsisten serta dukungan berbagai pihak.
“Ini bagian dari proses kita mempersiapkan atlet Payakumbuh agar mampu memberikan hasil terbaik di PORPROV. Kita ingin pembalap yang turun bukan hanya berani memacu motor, tetapi juga memiliki kemampuan dan mental bertanding,” katanya.
Dukungan terhadap pembinaan atlet juga datang dari pemilik Sirkuit Kota Biru Palano Hills, H. Eki. Ia memberikan fasilitas sirkuit untuk dimanfaatkan para atlet selama menjalani TC.
H. Eki menegaskan dukungannya terhadap perkembangan olahraga otomotif di Payakumbuh tidak berhenti pada penyediaan fasilitas latihan. Ia berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan dan pembenahan sirkuit agar semakin layak menjadi tempat pembinaan atlet.
“Kita akan terus mendukung. Sirkuit ini harus terus dibenahi dan dikembangkan sehingga bisa menjadi tempat lahirnya bibit-bibit pembalap Grasstrack terbaik Kota Payakumbuh,” tegasnya.
Dengan waktu menuju PORPROV yang semakin dekat, konsentrasi para pembalap kini semakin diarahkan pada kesiapan menghadapi pertandingan. Mesin boleh meraung keras, tetapi hasil di podium ditentukan oleh teknik, disiplin, keberanian, strategi, dan mental yang teruji.










