Sorotan.id – Semangat mengabdi melalui dunia pendidikan ditunjukkan oleh Ratu Tifani Tasyamura, mahasiswi Program Studi Agribisnis, Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya.
Kegiatan yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Alia Fibrianingtyas, S.P., M.P. dan Mahfudlotul ‘Ula, S.E., M.Si. ini menghadirkan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan bagi siswa kelas V dan VI melalui permainan edukatif yang dipadukan dengan materi pertumbuhan tanaman dan matematika dasar berbasis ekonomi pertanian.
Ratu, yang lahir dan besar di Payakumbuh merupakan putri dari Farizal, M, S.Sos. dan Diah Astiti, S.H. Mahasiswi asal Kota Payakumbuh, Sumatera Barat ini menjadi salah satu penggagas sekaligus pelaksana Program Mengajar Berdampak yang diselenggarakan di MI Mathlaul Huda, Desa Aku Suko, Kabupaten Malang, pada 20–21 Juli 2026.
Selain menjadi salah satu penggagas kegiatan, Ratu Tifani Tasyamura juga dipercaya sebagai penanggung jawab program bersama tim mahasiswa KKN FBiPK Universitas Brawijaya yang terdiri dari Zalfa Naailah, Muhamad Zainal Abidin, dan Naj’Wa Puspita Ramadhani.
Keempat mahasiswa tersebut berkolaborasi dalam menyusun konsep pembelajaran, media edukasi, hingga pelaksanaan kegiatan sehingga Program Mengajar Berdampak dapat berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa MI Mathlaul Huda.
Bagi Ratu Tifani Tasyamura, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus mengasah kepedulian sosial terhadap dunia pendidikan. Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Melalui program tersebut, Ratu bersama tim mahasiswa KKN FBiPK Universitas Brawijaya menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa kelas V dan VI. Berbagai permainan edukatif dipadukan dengan materi pembelajaran sehingga siswa dapat memahami konsep pertumbuhan tanaman serta matematika dasar yang dikaitkan dengan ekonomi pertanian secara lebih mudah.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, dan semangat belajar para siswa,” ujar Ratu.
Selama dua hari pelaksanaan, siswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pre-test, penyampaian materi, permainan edukatif, hingga post-test yang dikemas dalam konsep “Misi Petani Cilik” dan “Aku Juragan”. Pendekatan tersebut berhasil menciptakan suasana belajar yang aktif, komunikatif, dan penuh antusiasme.
Program Mengajar Berdampak ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penerapan metode pembelajaran yang inovatif, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dasar.
Bagi Ratu Tifani Tasyamura, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus mengasah kepedulian sosial terhadap dunia pendidikan. Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.










