Sorotan.id — Satu tahun bukanlah waktu yang panjang dalam perjalanan sebuah pemerintahan. Namun bagi Kabupaten Padang Pariaman, masa kepemimpinan Bupati John Kenedy Azis, bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat, telah menghadirkan dinamika besar. Pembangunan mulai bergerak, program sosial budaya diperkuat, sekaligus ujian berat berupa bencana alam yang datang bertubi-tubi.
Dalam kurun waktu tersebut, arah kepemimpinan JKA–Rahmat mulai terbaca jelas. Pembangunan tidak semata dimaknai sebagai proyek fisik, tetapi juga pembentukan karakter masyarakat, penguatan nilai sosial, serta peningkatan ketahanan spiritual daerah.
Menata Ketertiban, Menguatkan Nilai Sosial
Salah satu kebijakan awal yang cukup menyita perhatian adalah penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) pembatasan operasional hiburan malam hingga pukul 23.30 WIB. Kebijakan ini tidak sekadar aturan administratif, tetapi bagian dari upaya menjaga ketertiban umum sekaligus meredam potensi konflik sosial.
Langkah tersebut dibarengi dengan penguatan kegiatan budaya dan keagamaan. Pemerintah daerah berupaya memastikan pembangunan berjalan selaras dengan identitas masyarakat Padang Pariaman yang religius serta berbudaya kuat.
Pendidikan dan Penguatan Karakter
Di sektor pendidikan, kepemimpinan JKA–Rahmat menghadirkan sejumlah inovasi. Penerapan Sistem Lima Hari Sekolah (Senin–Jumat) melalui SE Bupati No. 2109/2025 memberi ruang lebih bagi siswa untuk mempererat hubungan keluarga di akhir pekan.
Selain itu, pemerintah daerah menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat kurang mampu melalui program seragam gratis bagi 6.859 siswa kelas I di 401 SD Negeri, sebagai bagian dari upaya meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus mendukung akses pendidikan yang lebih merata.
Goro Akbar: Menghidupkan Semangat Kolektif
Dalam pembangunan fisik, pendekatan khas diwujudkan melalui program Goro Akbar, yakni gotong royong massal lintas elemen masyarakat. Program ini tidak sekadar kerja bakti, tetapi menjadi strategi sosial sekaligus solusi struktural pembangunan.
Selain menekan biaya pembangunan, kegiatan ini berhasil menghidupkan kembali semangat kolektif masyarakat. Normalisasi aliran Batang Ulakan yang melibatkan ribuan peserta menjadi contoh nyata kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Program ini juga diarahkan untuk mitigasi bencana, termasuk penanganan kawasan rawan banjir seperti Perumahan Kasai Permai, Nagari Kasang, Batang Anai.
Kepemimpinan Lapangan dan Pelayanan Publik
Gaya kepemimpinan Bupati John Kenedy Azis dikenal aktif turun langsung ke lapangan. Melalui kegiatan gowes bersama masyarakat, aspirasi warga diserap sekaligus menjadi sarana melihat langsung persoalan nagari.
Sidak rutin ke puskesmas, rumah sakit, sekolah, hingga kantor camat juga menjadi pesan kuat bahwa pelayanan publik harus bersih, cepat, dan responsif. Pendekatan ini menciptakan komunikasi dua arah yang lebih cair antara pemerintah daerah dan masyarakat.
memperkuat kesejahteraan keluarga.
Saat bencana melanda, jajaran PKK turut turun langsung hingga ke pelosok nagari, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan persoalan sosial tetap terpantau.
Dukungan elemen masyarakat — mulai dari ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, unsur Forkopimda, perguruan tinggi, hingga komunitas masyarakat — menjadi energi kolektif yang memperkuat kepemimpinan JKA–Rahmat dalam menahkodai Padang Pariaman.
Satu Tahun sebagai Pijakan Awal
Satu tahun pertama kepemimpinan JKA–Rahmat bukanlah garis akhir, melainkan fondasi awal pembangunan jangka panjang Padang Pariaman. Gaya kepemimpinan yang aktif, responsif, dan dekat dengan masyarakat menghadirkan optimisme baru.
Pembangunan fisik mulai bergerak, nilai sosial diperkuat, ekonomi rakyat berangsur bangkit, dan solidaritas masyarakat semakin teruji.
Sebagaimana kerap ditegaskan Bupati John Kenedy Azis, tujuan pembangunan bukan hanya kemajuan infrastruktur, tetapi menghadirkan Padang Pariaman yang kuat secara sosial, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.







